Sebelum mengenal tulisan, manusia menjalani kehidupan pada masa yang disebut zaman praaksara. Pada masa ini, manusia sangat bergantung pada alam untuk memenuhi kebutuhan hidupnya. Melalui kebiasaan dan pembiasaan tertentu, manusia praaksara mampu bertahan hidup dari generasi ke generasi. Oleh karena itu, mempelajari pembiasaan manusia zaman praaksara dalam kehidupan sehari-hari penting untuk memahami perkembangan kehidupan manusia pada masa awal.
Pengertian Zaman Praaksara
Zaman praaksara adalah masa ketika manusia belum mengenal tulisan. Informasi tentang kehidupan manusia pada masa ini diketahui melalui peninggalan berupa fosil, alat-alat batu, dan hasil kebudayaan lainnya. Zaman praaksara sering juga disebut sebagai zaman prasejarah.
Ciri-ciri Kehidupan Manusia Zaman Praaksara
Beberapa ciri kehidupan manusia zaman praaksara antara lain:
- Hidup sederhana dan bergantung pada alam
- Belum mengenal tulisan
- Menggunakan alat-alat dari batu, kayu, dan tulang
- Hidup berkelompok
- Memiliki kepercayaan sederhana terhadap kekuatan alam
Pembiasaan Manusia Zaman Praaksara dalam Kehidupan Sehari-hari
1. Berburu dan Mengumpulkan Makanan
Pada awal masa praaksara, manusia memenuhi kebutuhan hidup dengan berburu hewan dan mengumpulkan tumbuhan liar.
Contoh:
Manusia berburu rusa dan mengumpulkan buah-buahan di hutan.
2. Hidup Berpindah-pindah (Nomaden)
Manusia praaksara berpindah tempat untuk mencari sumber makanan yang lebih baik.
Contoh:
Pindah dari satu gua ke gua lain ketika persediaan makanan menipis.
3. Menggunakan Alat-alat Sederhana
Manusia praaksara terbiasa menggunakan alat sederhana untuk menunjang kehidupan.
Contoh:
Kapak genggam dari batu digunakan untuk memotong daging hasil buruan.
4. Hidup Berkelompok dan Bekerja Sama
Kerja sama menjadi kebiasaan penting untuk bertahan hidup.
Contoh:
Berburu hewan besar dilakukan secara bersama-sama.
5. Mengenal Kepercayaan terhadap Alam
Manusia praaksara percaya bahwa alam memiliki kekuatan yang harus dihormati.
Contoh:
Melakukan ritual sederhana sebelum berburu atau berpindah tempat.
Baca juga: Contoh Sumber Sejarah Tertulis, Lisan, dan Benda Peninggalan
