Dalam khazanah sastra lisan Indonesia, mitos, legenda, dan dongeng sering dianggap sama karena sama-sama berupa cerita rakyat. Padahal, ketiganya memiliki perbedaan mendasar dari segi isi, fungsi, hingga tingkat kepercayaan masyarakat terhadap cerita tersebut. Bagaimana Perbedaan Mitos, Legenda, dan Dongeng Beserta Contohnya?
Artikel ini membahas secara lengkap perbedaan mitos, legenda, dan dongeng beserta contohnya, sehingga mudah dipahami oleh pelajar dan masyarakat umum.
Pengertian Mitos
Mitos adalah cerita rakyat yang dianggap suci dan benar-benar terjadi oleh masyarakat pendukungnya, biasanya berkaitan dengan dewa, roh leluhur, atau kekuatan gaib.
Contoh mitos:
Kepercayaan terhadap Nyi Roro Kidul sebagai penguasa Laut Selatan.
Pengertian Legenda
Legenda adalah cerita rakyat yang dipercaya pernah terjadi, namun tidak dianggap suci. Legenda sering menjelaskan asal-usul tempat atau tokoh tertentu.
Contoh legenda:
Legenda Danau Toba dan Sangkuriang.
Pengertian Dongeng
Dongeng adalah cerita fiktif yang bersifat hiburan, tidak dipercaya benar-benar terjadi, namun mengandung pesan moral.
Contoh dongeng:
Kancil dan Buaya, Timun Mas.
Baca juga: Fungsi Ilmu Sejarah bagi Kehidupan Bangsa dan Generasi Muda
Perbedaan Mitos, Legenda, dan Dongeng
| Aspek | Mitos | Legenda | Dongeng |
| Tingkat Kepercayaan | Dianggap suci dan benar | Dipercaya pernah terjadi | Tidak dipercaya nyata |
| Tokoh | Dewa, roh, makhluk gaib | Manusia dan makhluk tertentu | Hewan atau manusia |
| Sifat Cerita | Sakral | Semi-historis | Fiktif |
| Fungsi | Kepercayaan & norma | Asal-usul & nilai budaya | Hiburan & pendidikan |
| Waktu Kejadian | Masa lampau sakral | Masa lampau | Tidak terikat waktu |
Contoh Nyata dalam Kehidupan Masyarakat
1. Contoh Mitos
- Larangan memakai pakaian hijau di Pantai Selatan
- Kepercayaan terhadap penunggu gunung dan hutan
2. Contoh Legenda
- Danau Toba (Sumatra Utara)
- Malin Kundang (Sumatra Barat)
3. Contoh Dongeng
- Kancil Mencuri Timun
- Bawang Merah dan Bawang Putih
Fungsi Ketiganya dalam Pendidikan
- Mitos: Menanamkan norma dan kepercayaan
- Legenda: Mengajarkan sejarah lokal dan budaya
- Dongeng: Membentuk karakter dan imajinasi anak
