Dalam kehidupan sosial, masyarakat tidak hanya mengalami kerja sama atau konflik, tetapi juga bentuk interaksi sosial yang berada di antara keduanya, yaitu kontravensi. Kontravensi merupakan proses sosial yang mencerminkan adanya penolakan, ketegangan, atau ketidaksetujuan yang tidak ditunjukkan secara langsung sehingga tidak sampai menciptakan konflik terbuka.
Di Indonesia, kontravensi terjadi dalam berbagai aspek kehidupanโmulai dari hubungan antarindividu, keluarga, sekolah, lingkungan kerja, hingga media sosial. Memahami bentuk-bentuk kontravensi dapat membantu kita mengenali tanda-tanda ketegangan sosial lebih awal sehingga dapat mencegah konflik.
Artikel ini akan membahas secara lengkap bentuk-bentuk kontravensi, cirinya, serta contoh nyata yang sering terjadi di Indonesia.
Pengertian Kontravensi
Kontravensi adalah bentuk interaksi sosial yang merupakan bagian dari proses sosial disosiatif. Ciri utamanya adalah adanya penolakan tidak langsung, kecurigaan, atau ketegangan, namun belum mengarah ke pertentangan terbuka.
Menurut Georg Simmel, kontravensi merupakan โwilayah tengahโ antara persaingan dan konflik. Pada tahap ini, hubungan sosial mulai menunjukkan gangguan, tetapi belum sampai pada bentrokan fisik atau perpecahan jelas.
Ciri-Ciri Kontravensi
Beberapa ciri yang menandakan terjadinya kontravensi antara lain:
- Adanya perasaan tidak suka atau penolakan terselubung
Sikap tidak langsung yang mengarah pada ketegangan. - Muncul komunikasi tidak jujur atau tidak terbuka
Sering disertai gosip, sindiran, atau pembicaraan di belakang. - Kecurigaan antar pihak
Pihak-pihak mulai saling menaruh prasangka. - Tidak ada konfrontasi langsung
Kontravensi tidak sampai memunculkan konflik fisik atau verbal terbuka. - Sikap saling melemahkan secara halus
Misalnya sabotase ringan atau penolakan tak terlihat.
Bentuk-Bentuk Kontravensi dan Contohnya di Indonesia
Secara umum, kontravensi dapat dibagi menjadi beberapa bentuk, yaitu kontravensi umum, intensif, rahasia, taktis/strategis, dan ideologis. Setiap bentuk memiliki ciri dan contoh khas dalam kehidupan sosial masyarakat Indonesia.
1. Kontravensi Umum
Bentuk kontravensi paling dasar, biasanya ditunjukkan melalui ekspresi penolakan tidak langsung.
Ciri-Ciri:
- Sikap tidak setuju tetapi tidak dikatakan secara langsung
- Mengeluh, menggerutu, atau memprotes secara terselubung
- Menunjukkan ketidakpedulian
Contoh di Indonesia:
- Penolakan terselubung terhadap kebijakan sekolah
Siswa tidak setuju dengan peraturan baru namun hanya menunjukkan sikap malas mengikuti kegiatan. - Warga yang diam-diam tidak mendukung program RT
Mereka tidak menolak secara langsung, tetapi enggan ikut kerja bakti. - Pegawai yang tidak setuju dengan pembagian tugas
Hanya menggerutu tanpa menyampaikan keluhan kepada atasan.
2. Kontravensi Intensif
Kontravensi yang ditandai oleh tindakan verbal lebih tegas atau negatif.
Ciri-Ciri:
- Sindiran
- Ejekan halus
- Fitnah
- Penyebaran rumor
Contoh di Indonesia:
- Gosip antar tetangga
Misalnya, saat seseorang mendapat bantuan pemerintah tetapi tetangga lainnya merasa tidak pantas sehingga mulai menyebarkan gosip. - Sindiran antar teman sekolah
Siswa saling menyindir di media sosial tentang prestasi atau perilaku temannya. - Rumor di tempat kerja
Pegawai menyebarkan gosip bahwa rekan kerjanya dekat dengan atasan untuk mendapat promosi.
3. Kontravensi Rahasia
Kontravensi yang dilakukan secara tersembunyi untuk melemahkan pihak lain.
Ciri-Ciri:
- Sabotase ringan
- Menjatuhkan reputasi secara halus
- Merencanakan hambatan tanpa diketahui
Contoh di Indonesia:
- Karyawan menghilangkan data rekan kerja
Agar pekerjaan rekan tersebut dianggap lambat dan tidak kompeten. - Anggota organisasi sengaja tidak menginformasikan jadwal rapat
Agar seseorang terlihat tidak disiplin. - Persaingan jabatan di instansi pemerintahan
Seseorang diam-diam membujuk anggota tim untuk tidak mendukung kandidat tertentu.
4. Kontravensi Taktis / Strategis
Kontravensi untuk melemahkan posisi pihak lain dalam debat atau keputusan.
Ciri-Ciri:
- Memotong pembicaraan
- Menyudutkan pendapat pihak lain
- Manipulasi argumen
Contoh di Indonesia:
- Debat organisasi sekolah
Anggota OSIS sengaja memotong pendapat orang lain untuk memperkuat usulannya. - Diskusi rapat desa
Perangkat desa menggunakan taktik menyudutkan pendapat warga yang menolak kebijakan tertentu. - Forum publik di kampus
Kelompok mahasiswa tertentu berusaha melemahkan presentasi kelompok lain dengan pertanyaan menjebak.
Baca juga: Pengertian Interaksi Sosial Asosiatif dan Contohnya dalam Kehidupan Sehari-Hari
