Home ยป IPS Kelas 7 ยป Proses Terjadinya Akomodasi Sosial dan Faktor yang Mempengaruhinya
Posted in

Proses Terjadinya Akomodasi Sosial dan Faktor yang Mempengaruhinya

Proses Terjadinya Akomodasi Sosial dan Faktor yang Mempengaruhinya (ft.istimewa)
Proses Terjadinya Akomodasi Sosial dan Faktor yang Mempengaruhinya (ft.istimewa)

Dalam kehidupan sosial, perbedaan pendapat dan konflik antarindividu atau kelompok adalah hal yang wajar. Namun, masyarakat membutuhkan mekanisme untuk menjaga keharmonisan agar konflik tidak berkembang menjadi pertentangan yang merugikan. Salah satu proses penting dalam interaksi sosial yang berfungsi meredakan konflik tersebut adalah akomodasi sosial. Bagaimana Proses Terjadinya Akomodasi Sosial dan Faktor yang Mempengaruhinya?

Akomodasi sosial merupakan proses penyelesaian atau pengurangan ketegangan antara pihak-pihak yang berselisih melalui bentuk-bentuk tertentu seperti kompromi, mediasi, koersi, arbitrase, hingga toleransi. Proses ini menjadi pondasi terciptanya stabilitas sosial dalam kehidupan masyarakat yang beragam seperti di Indonesia.

Artikel Proses Terjadinya Akomodasi Sosial ini akan membahas secara mendalam pengertian akomodasi, proses terjadinya, faktor-faktor yang memengaruhi, serta contoh nyata dalam kehidupan sehari-hari, lengkap dengan bagian FAQ, referensi.


1. Pengertian Akomodasi Sosial

Akomodasi adalah proses penyesuaian sosial yang bertujuan untuk meredakan atau menyelesaikan konflik antarindividu maupun antarkelompok. Proses ini dilakukan agar tercipta kondisi yang stabil dan hubungan sosial kembali harmonis. Dalam akomodasi, kedua belah pihak tidak harus sepenuhnya sepakat, tetapi saling menahan diri untuk menjaga kedamaian bersama.

Menurut Soerjono Soekanto, akomodasi merupakan suatu keadaan atau proses yang meredakan pertentangan sehingga memungkinkan terciptanya interaksi yang baik antara pihak yang berlawanan.

Ciri-ciri Akomodasi
  • Ada potensi atau gejala konflik.
  • Terdapat upaya meredakan pertentangan.
  • Menuntut adanya kompromi atau penyesuaian.
  • Menghasilkan kesepakatan bersama, meskipun bersifat sementara atau permanen.

2. Proses Terjadinya Akomodasi Sosial

Akomodasi tidak terjadi begitu saja, melainkan melalui tahapan tertentu yang umumnya melibatkan interaksi, negosiasi, hingga kesepakatan bersama. Berikut proses yang umum terjadi:


A. Munculnya Perbedaan atau Ketegangan

Akomodasi diawali dengan adanya perbedaan kepentingan, persepsi, atau kebutuhan antara dua pihak atau lebih. Perbedaan ini dapat memicu gesekan ringan hingga konflik jika tidak segera dikelola.

Contoh nyata:
Dua kelompok pemuda di sebuah desa berbeda pendapat mengenai penggunaan lapangan desa untuk acara musik atau kegiatan olahraga. Ketegangan muncul karena masing-masing merasa memiliki kepentingan yang lebih penting.


B. Terjadinya Konflik atau Pertentangan

Jika perbedaan tidak dikelola, konflik dapat timbul terbuka. Pada tahap ini, interaksi mulai terganggu, muncul sikap saling curiga, atau bahkan pertentangan fisik atau verbal.

Contoh:
Saling menyindir di media sosial antarwarga karena rencana pembangunan fasilitas umum di lingkungan mereka.


C. Pencarian Solusi atau Upaya Penyelesaian

Tahap selanjutnya adalah munculnya keinginan dari salah satu atau kedua pihak untuk menyelesaikan masalah sebelum pertentangan semakin besar. Solusi bisa berasal dari tokoh masyarakat, pihak ketiga, atau kesadaran masing-masing pihak.

Contoh:
RT atau tokoh masyarakat mengundang kedua pihak untuk duduk bersama membahas solusi secara kekeluargaan.


D. Negosiasi atau Proses Penyesuaian

Pada tahap ini, pihak-pihak yang terlibat melakukan pembicaraan lebih mendalam untuk menemukan titik tengah. Bentuknya dapat berupa kompromi, mediasi, konsiliasi, atau arbitrase.

Contoh:
Melalui mediasi, kedua pihak sepakat membagi penggunaan lapangan desa berdasarkan jadwal yang disepakati bersama.


E. Terbentuknya Kesepakatan Akomodatif

Hasil dari proses negosiasi adalah kesepakatan yang mengatur bagaimana kedua pihak harus bertindak untuk mencegah konflik terulang. Kesepakatan dapat berupa aturan tertulis maupun tidak tertulis.

Contoh:
Warga sepakat menetapkan aturan jam malam bagi kegiatan hiburan untuk menghindari keributan.


F. Terwujudnya Kestabilan dan Harmoni Sosial

Jika kesepakatan dijalankan dengan baik, interaksi kembali normal dan hubungan antarwarga menjadi lebih stabil. Konflik mereda, dan suasana masyarakat kembali kondusif.

Contoh:
Dua kelompok pemuda kembali bekerja sama dalam kegiatan karang taruna setelah kesalahpahaman diselesaikan.


3. Bentuk-Bentuk Akomodasi dalam Prosesnya

Akomodasi dapat terjadi melalui beberapa bentuk utama, yaitu:


1. Kompromi

Pihak-pihak yang terlibat menurunkan tuntutan masing-masing demi mencapai titik tengah.

Contoh:
Dua keluarga yang berselisih tentang batas tanah sepakat membagi area yang dipersoalkan secara adil.


2. Mediasi

Pihak ketiga yang netral membantu menyelesaikan konflik.

Contoh:
Guru BK memediasi perselisihan antara dua siswa yang saling berbantah.


3. Arbitrase

Pihak ketiga memberikan keputusan final yang wajib dipatuhi kedua belah pihak.

Contoh:
Konflik antara perusahaan dan pekerja diselesaikan oleh lembaga arbitrase ketenagakerjaan.


4. Toleransi

Penerimaan terhadap perbedaan yang memungkinkan konflik bisa dihindari tanpa perjanjian formal.

Contoh:
Warga lingkungan perumahan saling menghormati perbedaan hari ibadah.

Baca juga: Kegiatan Produksi, Distribusi, dan Konsumsi: Cara Manusia Memenuhi Kebutuhan Hidup Sehari-hari


Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.