Home ยป IPS Kelas 7 ยป Bentuk-Bentuk Akomodasi: Kompromi, Mediasi, Arbitrase, dan Koersi Lengkap dengan Contohnya
Posted in

Bentuk-Bentuk Akomodasi: Kompromi, Mediasi, Arbitrase, dan Koersi Lengkap dengan Contohnya

Bentuk-Bentuk Akomodasi: Kompromi, Mediasi, Arbitrase, dan Koersi Lengkap dengan Contohnya (ft.istimewa)
Bentuk-Bentuk Akomodasi: Kompromi, Mediasi, Arbitrase, dan Koersi Lengkap dengan Contohnya (ft.istimewa)

Dalam kehidupan sosial, hubungan antarmanusia tidak selalu berjalan mulus. Perbedaan kepentingan, kebutuhan, nilai, maupun sudut pandang dapat menimbulkan konflik. Untuk mencegah konflik berkembang menjadi pertentangan yang lebih besar, dibutuhkan proses sosial yang disebut akomodasi. Akomodasi merupakan bagian dari interaksi sosial asosiatif, yaitu proses sosial yang membawa masyarakat menuju kerja sama, harmoni, dan penyelesaian masalah. Bagaimana Bentuk-Bentuk Akomodasi: Kompromi, Mediasi, Arbitrase, dan Koersi Lengkap dengan Contohnya?

Akomodasi dapat dilakukan dalam berbagai bentuk, mulai dari kompromi, mediasi, arbitrase, hingga koersi. Empat bentuk akomodasi ini sering terjadi dalam kehidupan sehari-hari, baik di sekolah, keluarga, lingkungan kerja, hingga dalam hubungan antarnegara. Artikel ini akan membahas secara lengkap pengertian akomodasi, bentuk-bentuknya, dan contoh nyata yang relevan dalam kehidupan masyarakat Indonesia.


1. Pengertian Akomodasi

Akomodasi adalah proses sosial yang dilakukan untuk mengurangi, meredakan, atau menghentikan suatu konflik sehingga tercipta hubungan yang lebih stabil dan harmonis. Akomodasi tidak selalu menghilangkan konflik sepenuhnya, tetapi dapat mendorong kedua pihak yang bertentangan untuk memahami situasi, menerima solusi tertentu, dan menghindari pertentangan lanjutan.

Menurut Selo Soemardjan, akomodasi merupakan suatu proses penyesuaian sosial dalam hubungan antarmanusia untuk mengurangi pertentangan yang terjadi tanpa menghilangkan perbedaan pendapat yang ada.

Dengan kata lain, akomodasi berfungsi sebagai jalan tengah untuk mencapai ketenangan dan mencegah munculnya konflik baru.


2. Tujuan Akomodasi

Akomodasi memiliki beberapa tujuan penting, yaitu:

  • Mengurangi ketegangan akibat konflik.
  • Mencegah terjadinya kekerasan atau benturan fisik.
  • Menciptakan keseimbangan hubungan sosial.
  • Memungkinkan kerja sama antarindividu atau kelompok.
  • Menjaga integrasi sosial di masyarakat.

Selain itu, akomodasi juga membantu masyarakat memahami perbedaan, memperkecil kesalahpahaman, dan menjaga lingkungan sosial tetap kondusif.


3. Bentuk-Bentuk Akomodasi Lengkap dengan Contoh Nyata

Berikut adalah empat bentuk akomodasi yang paling sering terjadi dalam kehidupan sosial:


A. KOMPROMI

Pengertian Kompromi

Kompromi adalah bentuk akomodasi yang dilakukan dengan cara menurunkan tuntutan atau kepentingan masing-masing pihak untuk mencapai solusi yang disepakati bersama. Kedua pihak harus rela mengurangi keinginan awalnya agar titik temu dapat ditemukan.

Ciri-Ciri Kompromi
  • Kedua pihak bersedia mengalah.
  • Ada penurunan tuntutan dari kedua belah pihak.
  • Hasilnya berupa kesepakatan bersama.
  • Tujuannya menciptakan kondisi saling menguntungkan.
Contoh Nyata Kompromi
  1. Di sekolah:
    Dua kelompok siswa berselisih karena jadwal penggunaan aula. Akhirnya mereka sepakat menggunakan aula secara bergantian berdasarkan jadwal yang disusun bersama.
  2. Di keluarga:
    Orang tua dan anak remaja berkompromi tentang aturan penggunaan gadget. Anak tetap boleh bermain gadget, tetapi durasinya dibatasi sesuai kesepakatan.
  3. Di masyarakat:
    Warga yang memiliki perbedaan pendapat soal lokasi pos ronda akhirnya sepakat memindahkan ke tempat netral yang mudah dijangkau semua pihak.
  4. Dalam hubungan kerja:
    Karyawan menginginkan kenaikan gaji, sementara perusahaan hanya mampu menaikkan sebagian. Keduanya berkompromi dengan menaikkan gaji secara bertahap.

Kompromi adalah bentuk akomodasi yang paling damai dan paling sering diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.


B. MEDIASI

Pengertian Mediasi

Mediasi adalah proses akomodasi di mana pihak ketiga yang netral (mediator) hadir untuk membantu menyelesaikan konflik. Mediator tidak memiliki wewenang memutuskan, tetapi memberi saran dan solusi agar pihak yang bertentangan mencapai kesepakatan.

Ciri-Ciri Mediasi
  • Ada pihak ketiga yang netral.
  • Mediator memberikan alternatif solusi.
  • Keputusan tetap berada di tangan pihak yang berselisih.
  • Digunakan ketika pihak bertikai sulit mencapai kompromi sendiri.
Contoh Nyata Mediasi
  1. Di sekolah:
    Guru BK menjadi mediator ketika dua siswa terlibat pertengkaran. Guru mendengarkan kedua pihak dan membantu mencari solusi bersama.
  2. Di keluarga:
    Nenek atau kakek menjadi mediator ketika orang tua dan anak tidak menemukan kesepahaman tentang masalah tertentu.
  3. Di tempat kerja:
    HRD memediasi konflik antara staf yang berbeda divisi agar hubungan kerja tetap kondusif.
  4. Dalam masyarakat:
    Ketua RT atau tokoh masyarakat memediasi pertikaian antarwarga, misalnya konflik batas tanah.
  5. Dalam skala nasional:
    Mediasi dilakukan pemerintah dalam konflik antara masyarakat adat dan perusahaan perkebunan.

Mediasi sangat efektif untuk meredakan konflik yang melibatkan emosi dan membutuhkan pandangan dari pihak luar.

Baca juga: Bentuk-Bentuk Kegiatan Ekonomi di Indonesia yang Perlu Kamu Ketahui


Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.