Dalam kehidupan sehari-hari, manusia tidak bisa lepas dari komunikasi. Setiap kali kita berbicara, menulis pesan, memberikan ekspresi wajah, atau bahkan diam dalam konteks tertentu, kita sedang berkomunikasi. Komunikasi merupakan fondasi dari interaksi sosial, sebab tanpa adanya komunikasi, hubungan antarindividu maupun antar kelompok tidak dapat terjalin dengan baik. Bagaimana Pengertian Komunikasi dan Peranannya dalam Interaksi Sosial Sehari-Hari?
Melalui komunikasi, seseorang dapat menyampaikan ide, perasaan, pendapat, dan informasi kepada orang lain. Artikel Pengertian Komunikasi dan Peranannya ini akan membahas secara lengkap pengertian komunikasi, fungsi dan perannya dalam interaksi sosial, contoh nyata dalam kehidupan sehari-hari, serta menjawab beberapa pertanyaan umum (FAQ) yang sering muncul terkait topik ini.
Pengertian Komunikasi
Secara etimologis, kata komunikasi berasal dari bahasa Latin communicare yang berarti โmembuat samaโ atau โberbagi.โ Dalam konteks sosial, komunikasi adalah proses penyampaian pesan dari satu pihak (komunikator) kepada pihak lain (komunikan) melalui suatu media untuk mencapai pemahaman bersama.
Menurut Harold D. Lasswell, komunikasi dapat dijelaskan dengan formula sederhana:
Who says what in which channel to whom with what effect?
(Siapa mengatakan apa melalui saluran apa kepada siapa dan dengan efek apa?)
Artinya, komunikasi melibatkan unsur-unsur utama, yaitu:
- Komunikator (pengirim pesan)
- Pesan (isi yang disampaikan)
- Media atau saluran (cara atau alat penyampaian pesan)
- Komunikan (penerima pesan)
- Efek atau umpan balik (tanggapan terhadap pesan yang diterima)
Bentuk-Bentuk Komunikasi dalam Kehidupan Sosial
Komunikasi dalam interaksi sosial dapat dibedakan menjadi beberapa bentuk, antara lain:
- Komunikasi Verbal
Yaitu komunikasi yang menggunakan bahasa lisan atau tulisan. Contoh: berbicara dengan teman, menulis pesan teks, berpidato, atau berdiskusi di kelas. - Komunikasi Nonverbal
Komunikasi yang menggunakan ekspresi wajah, gerak tubuh, kontak mata, atau intonasi suara tanpa kata-kata. Contoh: tersenyum kepada teman sebagai tanda persahabatan. - Komunikasi Langsung (tatap muka)
Terjadi ketika dua orang atau lebih saling berinteraksi secara langsung tanpa perantara alat. Contoh: guru mengajar di kelas atau seseorang berbincang dengan tetangga. - Komunikasi Tidak Langsung (melalui media)
Komunikasi yang menggunakan alat perantara seperti telepon, media sosial, surat, atau email. Contoh: berdiskusi di grup WhatsApp sekolah. - Komunikasi Satu Arah dan Dua Arah
- Satu arah: informasi hanya mengalir dari pengirim ke penerima tanpa umpan balik (contoh: mendengarkan siaran radio).
- Dua arah: terjadi pertukaran pesan timbal balik (contoh: percakapan antara teman).
- Satu arah: informasi hanya mengalir dari pengirim ke penerima tanpa umpan balik (contoh: mendengarkan siaran radio).
Peranan Komunikasi dalam Interaksi Sosial
Komunikasi berperan sangat penting dalam membentuk dan mempertahankan hubungan sosial. Berikut beberapa peran utama komunikasi dalam kehidupan sehari-hari:
1. Sebagai Sarana Pembentukan Hubungan Sosial
Komunikasi menjadi dasar terciptanya interaksi antara individu. Misalnya, ketika siswa baru memperkenalkan diri kepada teman sekelas, mereka sedang membangun hubungan sosial yang baru. Tanpa komunikasi, hubungan sosial tidak akan terbentuk.
2. Sebagai Alat Penyampaian Informasi
Komunikasi memungkinkan seseorang menyampaikan berita, ide, atau gagasan kepada orang lain. Contohnya, seorang guru memberikan penjelasan materi pelajaran kepada siswanya agar mereka memahami topik yang diajarkan.
3. Sebagai Sarana Pengaruh dan Persuasi
Melalui komunikasi, seseorang dapat memengaruhi orang lain untuk bertindak atau berpikir sesuai pesan yang disampaikan. Contohnya, kampanye lingkungan yang mengajak masyarakat mengurangi penggunaan plastik.
4. Sebagai Alat Penyelesaian Konflik
Banyak konflik sosial terjadi karena kesalahpahaman komunikasi. Dengan berkomunikasi secara terbuka dan jujur, masalah dapat diselesaikan dengan damai. Contoh nyata adalah musyawarah antara warga untuk menyelesaikan perselisihan.
5. Sebagai Media Pengembangan Diri
Komunikasi membantu seseorang mengembangkan kepercayaan diri dan kemampuan sosial. Siswa yang sering berkomunikasi di depan kelas akan lebih percaya diri dalam berbicara di depan umum.
Proses Terjadinya Komunikasi
Untuk memahami bagaimana komunikasi berlangsung, berikut diagram alur sederhana proses komunikasi:
[Komunikator] โ [Pesan] โ [Media/Saluran] โ [Komunikan] โ [Umpan Balik]
Contohnya dalam konteks sekolah:
- Komunikator: Guru
- Pesan: Penjelasan tentang materi pelajaran
- Media: Papan tulis atau proyektor
- Komunikan: Siswa
- Umpan Balik: Siswa bertanya atau menjawab pertanyaan guru
Proses komunikasi yang efektif terjadi ketika pesan yang dikirim oleh komunikator dapat dipahami dengan benar oleh komunikan.
Baca juga: Peran Distribusi dalam Proses Ekonomi: Menghubungkan Produsen dan Konsumen
