Home ยป IPS Kelas 7 ยป Konflik dan Kerjasama: Dua Sisi dalam Dinamika Interaksi Sosial
Posted in

Konflik dan Kerjasama: Dua Sisi dalam Dinamika Interaksi Sosial

Konflik dan Kerjasama: Dua Sisi dalam Dinamika Interaksi Sosial (ft.istimewa)
Konflik dan Kerjasama: Dua Sisi dalam Dinamika Interaksi Sosial (ft.istimewa)

Dalam kehidupan bermasyarakat, setiap individu dan kelompok akan saling berinteraksi untuk mencapai tujuan tertentu. Interaksi sosial ini tidak selalu berjalan mulus โ€” kadang terjadi kerjasama yang harmonis, namun tak jarang pula muncul konflik. Kedua hal ini, konflik dan kerjasama, merupakan dua sisi yang saling melengkapi dalam dinamika sosial.
Keduanya menjadi bagian alami dari hubungan sosial manusia yang justru dapat memperkuat solidaritas sosial bila dikelola dengan bijak.


Pengertian Konflik dan Kerjasama dalam Interaksi Sosial

1. Pengertian Konflik Sosial

Menurut Soerjono Soekanto (2006), konflik sosial adalah suatu proses sosial di mana dua orang atau lebih berusaha menyingkirkan pihak lain dengan cara menghancurkan, melumpuhkan, atau membuatnya tidak berdaya.
Konflik dapat terjadi karena perbedaan kepentingan, nilai, maupun tujuan hidup antarindividu atau kelompok.

Contohnya, perbedaan pandangan politik antara dua kelompok masyarakat yang menyebabkan ketegangan di lingkungan sosial.

2. Pengertian Kerjasama Sosial

Sebaliknya, kerjasama adalah proses sosial ketika dua atau lebih individu atau kelompok bekerja sama untuk mencapai tujuan bersama.
Menurut Charles H. Cooley, kerjasama muncul ketika orang menyadari bahwa mereka memiliki kepentingan yang sama dan perlu saling membantu.

Contoh nyata dari kerjasama dapat dilihat dalam kegiatan gotong royong di desa, di mana warga bersama-sama membangun jalan atau membersihkan lingkungan.


Hubungan Antara Konflik dan Kerjasama

Walaupun tampak bertolak belakang, konflik dan kerjasama justru saling berkaitan erat.
Sering kali, kerjasama muncul sebagai hasil dari penyelesaian konflik, sedangkan konflik dapat muncul dari kerjasama yang tidak berjalan adil.
Keduanya merupakan dinamika yang menggerakkan masyarakat untuk berubah dan berkembang.

Diagram sederhana berikut menjelaskan hubungan keduanya:

+—————————+

|  Kerjasama Sosial         |

|  -> Kesepakatan & Tujuan  |

|  -> Ketidakadilan muncul  |

|  -> Konflik terjadi       |

|  -> Resolusi & Negosiasi  |

|  -> Muncul Kerjasama Baru |

+—————————+

Dengan kata lain, konflik tidak selalu negatif; jika dikelola dengan baik, ia bisa melahirkan perubahan positif dan memperkuat kohesi sosial.


Jenis-Jenis Konflik Sosial

Menurut sosiolog Lewis Coser, konflik sosial dapat dibedakan menjadi beberapa jenis, antara lain:

  1. Konflik pribadi
    Terjadi antarindividu karena perbedaan pandangan atau kepentingan pribadi.
    Contoh: Dua teman berselisih karena salah paham dalam pekerjaan kelompok.
  2. Konflik kelompok sosial
    Terjadi antar kelompok dalam masyarakat, misalnya antar ormas, suku, atau komunitas.
  3. Konflik politik dan ekonomi
    Timbul karena perebutan kekuasaan, sumber daya, atau kebijakan ekonomi yang dianggap tidak adil.
  4. Konflik nilai dan budaya
    Muncul akibat perbedaan sistem nilai atau budaya, seperti perbedaan adat dalam pernikahan antar suku.

Bentuk-Bentuk Kerjasama dalam Masyarakat

Kerjasama sosial dapat muncul dalam berbagai bentuk, antara lain:

  1. Kerukunan (mutual aid) โ€“ gotong royong membangun fasilitas umum.
  2. Koalisi (coalition) โ€“ dua kelompok bergabung untuk menghadapi tantangan bersama.
  3. Bargaining โ€“ negosiasi antara pihak-pihak yang memiliki kepentingan berbeda.
  4. Joint venture โ€“ kerja sama bisnis antar perusahaan dengan tujuan keuntungan bersama.

Kerjasama tidak hanya menciptakan harmoni, tetapi juga mempercepat kemajuan sosial-ekonomi masyarakat.


Contoh Nyata: Konflik dan Kerjasama di Indonesia

1. Konflik Sosial di Ambon (1999โ€“2002)

Konflik antaragama di Maluku pada akhir 1990-an menyebabkan kerusakan sosial yang parah. Namun, setelah melalui proses dialog dan mediasi yang panjang, kedua pihak bersepakat untuk membentuk Forum Maluku Damai.
Kerjasama lintas agama ini berhasil membangun kembali kepercayaan sosial dan menjadi contoh nyata transformasi konflik menjadi kerjasama.

2. Gerakan Gotong Royong Saat Pandemi COVID-19

Ketika pandemi melanda, masyarakat Indonesia memperlihatkan solidaritas tinggi melalui kegiatan berbagi sembako, donasi masker, dan layanan kesehatan gratis.
Meskipun pandemi sempat menimbulkan konflik kepentingan antara kesehatan dan ekonomi, akhirnya kerjasama antar warga, pemerintah, dan lembaga sosial menjadi kunci dalam penanganan krisis.

3. Program Desa Tangguh di Jawa Timur

Program ini memperlihatkan bahwa kolaborasi antar masyarakat desa, aparat, dan relawan dapat meningkatkan ketahanan sosial.
Di tengah potensi konflik akibat perbedaan pendapat, kerjasama ini berhasil menciptakan rasa saling percaya dan tanggung jawab sosial.

Baca juga: Pengaruh Kondisi Geologis terhadap Potensi Sumber Daya Alam Indonesia


Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.