Kerajaan Pajajaran, yang berpusat di wilayah Pakuan (kini Bogor, Jawa Barat), merupakan kerajaan besar yang berkembang pesat di Tatar Sunda antara abad ke-14 hingga ke-16. Sebagai kerajaan Hindu-Sunda, Pajajaran menunjukkan kekuatan spiritual dan budaya yang berakar pada nilai-nilai Hindu. Agama Hindu memainkan peran penting dalam berbagai aspek kehidupan masyarakat dan pemerintahan kerajaan ini.
Dalam artikel ini, kita akan membahas secara lengkap bagaimana ajaran Hindu memengaruhi struktur sosial, budaya, hukum, politik, dan kehidupan sehari-hari masyarakat Pajajaran.
A. Agama Hindu sebagai Fondasi Kerajaan Pajajaran
Kerajaan Pajajaran menganut agama Hindu sebagai sistem kepercayaan utama, dengan unsur-unsur budaya Sunda yang telah ada sebelumnya. Raja dianggap sebagai perwujudan Dewa di dunia (devaraja), yang memegang kekuasaan absolut namun juga memiliki tanggung jawab spiritual terhadap rakyat dan alam.
Pengaruh Hindu memasuki tanah Sunda sejak era Kerajaan Tarumanagara, dan diwarisi oleh Pajajaran melalui Kerajaan Sunda. Agama ini tidak hanya menjadi sistem kepercayaan pribadi, tetapi juga pondasi utama negara dan identitas politik kerajaan.
B. Sistem Pemerintahan Berdasarkan Konsep Hindu
Dalam sistem Hindu, raja merupakan penjaga dharma (kebenaran dan keadilan). Konsep ini tercermin jelas dalam pemerintahan Pajajaran:
1. Raja Sebagai Penjelmaan Dewa
Raja Pajajaran, seperti Sri Baduga Maharaja (Prabu Siliwangi), diyakini sebagai titisan Wisnu yang bertugas menjaga keselarasan alam semesta (rta). Ia tidak hanya memimpin pemerintahan tetapi juga memimpin upacara-upacara keagamaan besar.
2. Struktur Pemerintahan Berbasis Kasta
Walau tidak seketat di India, sistem kasta Hindu juga terlihat dalam struktur sosial Pajajaran, seperti:
- Brahmana: Pendeta dan ahli agama.
- Ksatria: Bangsawan dan prajurit.
- Waisya: Pedagang dan petani kaya.
- Sudra: Petani biasa dan buruh.
Namun, dalam praktiknya, struktur sosial Sunda cenderung lebih fleksibel dan tidak seketat varna di India.
C. Peran Brahmana dalam Masyarakat
Kaum Brahmana memiliki posisi penting sebagai penasihat raja dan penjaga ajaran agama. Mereka memimpin berbagai ritual seperti upacara persembahan, pemujaan terhadap dewa-dewi Hindu, dan pelaksanaan hari raya keagamaan.
Kaum Brahmana juga berperan dalam pendidikan dan penyebaran ajaran suci melalui naskah-naskah kuno berbahasa Sunda Kuno atau Sansekerta.
D. Pengaruh Hindu dalam Hukum dan Etika
Nilai-nilai dharma dalam ajaran Hindu diadopsi sebagai dasar etika pemerintahan dan hukum. Dalam beberapa naskah Sunda Kuno seperti Carita Parahyangan, terdapat referensi terhadap norma-norma keadilan yang berlandaskan ajaran Hindu.
Misalnya, konsep karma dan punarbhava (kelahiran kembali) memperkuat keyakinan bahwa perbuatan baik akan dibalas baik, dan sebaliknya.
E. Tradisi Keagamaan dan Upacara Hindu
Peran Agama Hindu, berbagai upacara besar dan kecil dalam kehidupan masyarakat Pajajaran mengandung unsur Hindu yang kuat, seperti:
1. Upacara Yadnya
Upacara persembahan terhadap dewa-dewi dan roh leluhur dilakukan secara teratur di tempat-tempat suci. Yadnya juga dilakukan pada saat-saat penting seperti penobatan raja, pernikahan bangsawan, dan panen raya.
2. Pemujaan Terhadap Dewa-Dewi Hindu
Dewa-dewi utama seperti Wisnu, Siwa, dan Brahma, serta dewi Sri (kemakmuran) menjadi pusat pemujaan. Kuil-kuil atau pura dibangun sebagai tempat persembahan, meskipun sebagian besar berbahan kayu dan tidak banyak yang tersisa secara arkeologis.
Baca juga: Sistem Administrasi dan Birokrasi Indonesia: Pengaruh dari Pemerintahan Kolonial Belanda
F. Seni, Arsitektur, dan Sastra Bernuansa Hindu
Agama Hindu memberi pengaruh besar terhadap perkembangan seni dan budaya Kerajaan Pajajaran.
1. Seni Pahat dan Ukiran
Ukiran relief yang menggambarkan mitologi Hindu, seperti kisah Ramayana dan Mahabharata, menghiasi tempat-tempat ibadah dan bangunan istana.
2. Sastra Sunda Kuno
Naskah-naskah seperti Sanghyang Siksakanda ng Karesian dan Bujangga Manik banyak mengandung ajaran moral Hindu dan nilai-nilai kebijaksanaan hidup. Naskah ini ditulis dalam aksara Sunda Kuno yang juga berkembang pesat di masa Pajajaran.
G. Hubungan dengan Alam dan Konsep Kosmologi Hindu
Dalam kosmologi Hindu, manusia adalah bagian dari jagat raya yang harus hidup selaras dengan alam. Hal ini tercermin dalam:
- Penataan kota Pakuan berdasarkan prinsip mandala (pusat kekuasaan dan spiritualitas)
- Kepercayaan bahwa gunung adalah tempat suci (misalnya Gunung Salak dan Gunung Gede dianggap keramat)
- Sistem pertanian berlandaskan kalender keagamaan
H. Akhir dari Pengaruh Hindu: Runtuhnya Pajajaran
Runtuhnya Pajajaran pada tahun 1579 akibat serangan Kesultanan Banten menandai berakhirnya dominasi agama Hindu di tanah Sunda. Masuknya Islam menggantikan struktur sosial dan keagamaan lama, namun banyak unsur budaya Hindu tetap bertahan dalam adat Sunda hingga kini, seperti:
- Sistem panggilan kekerabatan
- Upacara tradisional (seperti Seren Taun)
- Struktur tata krama dan nilai kehormatan
Kesimpulan
Peran Agama Hindu, memegang peran sentral dalam kehidupan Kerajaan Pajajaran. Membentuk sistem pemerintahan, nilai moral, hukum, hingga ekspresi seni dan budaya masyarakatnya. Meskipun kini masyarakat Sunda mayoritas beragama Islam, warisan Hindu dari masa Pajajaran tetap hidup dalam berbagai aspek kebudayaan lokal.
Kerajaan Pajajaran menjadi contoh nyata bagaimana ajaran Hindu dapat menyatu dengan kearifan lokal dan membentuk peradaban yang harmonis, agamis, dan berbudaya tinggi.
FAQ (Pertanyaan yang Sering Diajukan)
1. Apakah agama Hindu satu-satunya agama di Kerajaan Pajajaran?
Ya, pada masa kejayaan Pajajaran, agama Hindu merupakan agama utama, meskipun ada juga pengaruh Buddha dan kepercayaan lokal Sunda Wiwitan.
2. Apa bukti sejarah bahwa Pajajaran menganut Hindu?
Bukti tersebut antara lain berupa naskah kuno Sunda seperti Carita Parahyangan, Bujangga Manik, sistem pemerintahan berbasis devaraja, dan upacara keagamaan yang mengikuti ajaran Hindu.
3. Apakah pengaruh Hindu masih terlihat dalam budaya Sunda saat ini?
Ya, beberapa tradisi seperti Seren Taun, sistem kekerabatan, dan nilai adat Sunda masih dipengaruhi oleh ajaran dan nilai Hindu.
4. Mengapa agama Hindu di Pajajaran akhirnya tergantikan oleh Islam?
Setelah runtuhnya Pajajaran oleh serangan Kesultanan Banten, Islam menyebar luas di wilayah Sunda dan menjadi agama dominan.
5. Siapa tokoh Hindu terkenal dari Kerajaan Pajajaran?
Sri Baduga Maharaja (Prabu Siliwangi) adalah tokoh paling terkenal yang dikenal sebagai raja besar penganut Hindu yang adil dan bijaksana.
Referensi
- Ayatrohaedi. (1986). Kepribadian Budaya Bangsa (Local Genius). Jakarta: Pustaka Jaya.
- Ekadjati, Edi S. (1995). Kebudayaan Sunda. Jakarta: Pustaka Jaya.
- Pigeaud, Theodore G.Th. (1960). Java in the 14th Century. The Hague: Martinus Nijhoff.
- Ricklefs, M.C. (2008). Sejarah Indonesia Modern. Jakarta: Serambi.
- https://kebudayaan.kemdikbud.go.id
- https://arkeologijabar.kemdikbud.go.id