Home » Sejarah » Prasasti-Prasasti Penting Kerajaan Tarumanegara dan Artinya
Posted in

Prasasti-Prasasti Penting Kerajaan Tarumanegara dan Artinya

Prasasti-Prasasti Penting Kerajaan Tarumanegara dan Artinya (ft.istimewa)
Prasasti-Prasasti Penting Kerajaan Tarumanegara dan Artinya (ft.istimewa)
sekolahGHAMA

Kerajaan Tarumanegara merupakan salah satu kerajaan Hindu tertua di Nusantara yang berdiri sekitar abad ke-4 hingga ke-7 Masehi. Bukti keberadaan kerajaan ini banyak ditemukan melalui peninggalan prasasti yang tersebar di wilayah Jawa Barat. Prasasti-prasasti tersebut menjadi sumber sejarah yang sangat penting karena memberikan informasi mengenai kehidupan politik, sosial, budaya, dan keagamaan masyarakat Tarumanegara.

Dalam artikel ini, kita akan membahas secara lengkap prasasti-prasasti penting peninggalan Kerajaan Tarumanegara, maknanya, serta perannya dalam merekonstruksi sejarah awal peradaban di Indonesia bagian barat.


Apa Itu Prasasti?

Prasasti adalah tulisan atau inskripsi yang biasanya dipahat pada batu atau logam dan berfungsi sebagai dokumen resmi kerajaan. Dalam konteks Kerajaan Tarumanegara, prasasti-prasasti ditulis dalam bahasa Sanskerta menggunakan aksara Pallawa, menunjukkan pengaruh kuat peradaban India.

Prasasti memiliki fungsi:

  • Merekam peristiwa penting
  • Memuliakan raja
  • Menandai batas wilayah
  • Mengabadikan pembangunan fasilitas umum seperti saluran irigasi

Daftar Prasasti Penting Kerajaan Tarumanegara

Hingga kini, para ahli telah menemukan tujuh prasasti yang diyakini berasal dari masa pemerintahan Raja Purnawarman, raja terbesar Kerajaan Tarumanegara. Berikut adalah ketujuh prasasti tersebut dan penjelasan maknanya.

1. Prasasti Ciaruteun
  • Lokasi: Sungai Ciaruteun, Bogor
  • Isi dan Arti:
    Prasasti ini menyebutkan nama Raja Purnawarman dan membandingkannya dengan Dewa Wisnu. Uniknya, terdapat cap telapak kaki Raja sebagai simbol kekuasaan.

    Terjemahan:


    “Inilah sepasang telapak kaki yang seperti telapak kaki Dewa Wisnu adalah telapak kaki Raja Purnawarman, raja Taruma yang gagah berani di dunia.”

  • Makna:
    Menandakan kekuasaan dan keagungan raja yang diidentikkan dengan dewa, serta memperkuat klaim kekuasaan atas wilayah tersebut.
2. Prasasti Kebon Kopi I
  • Lokasi: Kampung Muara Hilir, Bogor
  • Isi dan Arti:
    Memuat gambar dua telapak kaki gajah dan pujian terhadap Raja Purnawarman.

    Terjemahan:


    “Ini (adalah) sepasang telapak kaki… yang seperti Airawata, gajah penguasa Taruma, raja yang mulia.”

  • Makna:
    Gajah merupakan simbol kekuasaan dalam tradisi Hindu. Prasasti ini menekankan kekuatan dan pengaruh raja yang luar biasa.
3. Prasasti Jambu (Prasasti Pasir Koleangkak)
  • Lokasi: Bukit Koleangkak, Bogor
  • Isi dan Arti:
    Prasasti ini memuji keberanian Raja Purnawarman dan kebijaksanaannya dalam memerintah.

    Terjemahan:


    “Ia (Raja Purnawarman) adalah raja yang agung dalam hal keberanian dan kebijakan. Semoga kejayaannya terus bertambah!”

  • Makna:
    Menggambarkan karakter Raja Purnawarman sebagai pemimpin ideal: berani dan bijaksana.
4. Prasasti Tugu
  • Lokasi: Kampung Batu Tumbuh, Tugu, Jakarta Utara
  • Isi dan Arti:
    Menyebutkan proyek penggalian sungai oleh Raja Purnawarman sepanjang 6112 tombak (sekitar 12 km) dan pelaksanaan upacara kurban besar-besaran.

    Terjemahan:


    “Pada tahun ke-22 pemerintahan Raja Purnawarman, dilakukan penggalian Sungai Candrabaga untuk irigasi rakyat.”

  • Makna:
    Prasasti ini memperlihatkan peran raja dalam pembangunan dan kepeduliannya terhadap kesejahteraan rakyat, sekaligus kemampuan teknologinya dalam mengelola sumber daya alam.
5. Prasasti Muara Cianten
  • Lokasi: Muara Cianten, Bogor
  • Isi dan Arti:
    Prasasti ini tidak sejelas prasasti lain karena banyak hurufnya yang telah aus. Namun, bentuk aksaranya serupa dengan Prasasti Ciaruteun.
  • Makna:
    Diduga berkaitan dengan ekspansi wilayah kekuasaan Raja Purnawarman ke daerah pedalaman.
6. Prasasti Cidanghiang (Lebak)
  • Lokasi: Desa Lebak, Pandeglang, Banten
  • Isi dan Arti:
    Prasasti ini menyebut Raja Purnawarman sebagai raja yang jujur dan kuat, serta pelindung rakyatnya.

    Terjemahan:


    “Dialah raja yang utama, pelindung dunia, penguasa Taruma, yang terkenal karena kekuatan dan keadilan.”

  • Makna:
    Menunjukkan bahwa kekuasaan Tarumanegara menjangkau wilayah Banten dan bahwa raja dihormati oleh masyarakatnya karena nilai-nilai kepemimpinannya.
7. Prasasti Kebon Kopi II (Masih Diperdebatkan)
  • Lokasi: Bogor
  • Isi dan Arti:
    Masih menjadi perdebatan apakah prasasti ini benar berasal dari masa Tarumanegara atau masa sesudahnya. Tulisan tidak sejelas prasasti lain.
  • Makna:
    Jika valid, maka dapat memperluas pemahaman tentang jaringan kekuasaan Tarumanegara.

Ciri Khas Prasasti Tarumanegara

  1. Bahasa: Sanskerta
  2. Aksara: Pallawa
  3. Gaya Penulisan: Penuh pujian terhadap raja
  4. Simbol: Telapak kaki dan gajah (simbol kekuasaan dan kebesaran)

Peran Prasasti dalam Sejarah Indonesia

Prasasti-prasasti Tarumanegara memberikan kontribusi besar terhadap pemahaman kita mengenai:

  • Struktur pemerintahan awal di Indonesia
  • Kehidupan masyarakat Hindu di masa lalu
  • Sistem irigasi dan teknologi kuno
  • Hubungan antara kekuasaan dan agama
  • Perluasan wilayah politik awal di Pulau Jawa

Dengan kata lain, prasasti-prasasti ini merupakan bukti otentik tentang bagaimana peradaban Hindu mulai berkembang di Indonesia bagian barat.


Upaya Pelestarian Prasasti

Saat ini, prasasti-prasasti Tarumanegara dijaga oleh berbagai instansi, termasuk:

  • Balai Pelestarian Cagar Budaya (BPCB)
  • Museum Nasional Indonesia
  • Pemerintah daerah setempat

Beberapa prasasti telah direlokasi ke museum agar tidak rusak akibat cuaca dan waktu, sementara yang lain masih berada di tempat asalnya sebagai situs sejarah terbuka.


Baca juga: Kerajaan Sriwijaya: Pusat Kejayaan Maritim dan Penyebaran Agama Buddha (ft.istimewa)

Kesimpulan

Prasasti-prasasti peninggalan Kerajaan Tarumanegara bukan sekadar batu bertulis, melainkan dokumen sejarah yang berbicara tentang masa lalu Nusantara. Dari cap telapak kaki, pujian terhadap raja, hingga proyek pengairan yang ambisius, semuanya menggambarkan kemegahan dan sistem sosial Kerajaan Tarumanegara yang terstruktur. Melalui prasasti-prasasti ini, kita dapat melihat betapa tingginya tingkat peradaban, teknologi, dan tata pemerintahan yang telah berkembang di Indonesia jauh sebelum masa kolonial.


FAQ (Pertanyaan yang Sering Diajukan)

1. Siapakah yang membuat prasasti-prasasti Tarumanegara?
Prasasti-prasasti ini dibuat atas perintah Raja Purnawarman dan kemungkinan ditulis oleh kaum Brahmana yang terdidik.

2. Apa tujuan utama pembuatan prasasti di masa Kerajaan Tarumanegara?
Untuk merekam peristiwa penting, memuliakan raja, dan menandai batas kekuasaan atau proyek besar seperti irigasi.

3. Di mana letak sebagian besar prasasti Tarumanegara ditemukan?
Kebanyakan ditemukan di wilayah Jawa Barat, terutama Bogor, Jakarta, dan Banten.

4. Mengapa bahasa Sanskerta dan aksara Pallawa digunakan?
Karena pengaruh kuat budaya dan agama Hindu dari India, serta karena Sanskerta adalah bahasa ilmiah dan sakral pada masa itu.

5. Apakah semua prasasti Tarumanegara masih utuh?
Tidak. Beberapa prasasti mengalami kerusakan karena faktor cuaca dan usia, namun sebagian besar masih bisa dibaca dan dianalisis.


Referensi

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.