Home » Sejarah » Tradisi dan Budaya Palembang yang Masih Lestari hingga Kini
Posted in

Tradisi dan Budaya Palembang yang Masih Lestari hingga Kini

Tradisi dan Budaya Palembang yang Masih Lestari hingga Kini (ft.istimewa)
Tradisi dan Budaya Palembang yang Masih Lestari hingga Kini (ft.istimewa)
sekolahGHAMA

Palembang, kota yang terletak di tepi Sungai Musi dan merupakan ibu kota Provinsi Sumatera Selatan, bukan hanya terkenal karena sejarah kejayaan Kerajaan Sriwijaya atau keindahan Jembatan Ampera, tetapi juga karena kekayaan budaya dan tradisinya yang hingga kini tetap lestari di tengah arus modernisasi. Bagaimana Tradisi dan Budaya Palembang yang Masih Lestari hingga Kini?

Tradisi dan budaya Palembang adalah hasil perpaduan berbagai pengaruh: Melayu, Tionghoa, Arab, dan India, yang membentuk identitas unik masyarakatnya. Dalam artikel Tradisi dan Budaya Palembang ini, kita akan menelusuri berbagai tradisi, adat istiadat, seni, dan budaya lokal yang masih hidup dan menjadi bagian penting dari kehidupan warga Palembang hingga hari ini.


1. Tradisi Adat Pernikahan Palembang

A. Busana Pengantin Aesan Gede dan Aesan Paksangko

Pernikahan adat Palembang sangat dikenal dengan kemewahan dan keanggunan busana pengantinnya. Ada dua jenis busana tradisional yang populer:

  • Aesan Gede: Menampilkan keanggunan kerajaan Sriwijaya, lengkap dengan hiasan kepala menjulang (suntiang), kalung, pending, dan songket Palembang.
  • Aesan Paksangko: Lebih sederhana namun tetap elegan, digunakan dalam prosesi adat yang lebih santai.
B. Rangkaian Upacara Adat

Prosesi pernikahan adat Palembang terdiri dari beberapa tahap penting seperti:

  • Nganinang (lamaran)
  • Berasan (pertemuan dua keluarga)
  • Siraman
  • Cukuran
  • Pengantin Basah
  • Pengantin Kering
  • Tepung Tawar

Rangkaian ini bukan sekadar formalitas, tetapi memiliki makna spiritual dan sosial sebagai simbol kesucian, restu orang tua, dan awal kehidupan baru.


2. Songket Palembang: Kain Berharga Penuh Makna

Songket adalah kain tenun tradisional yang dihiasi dengan benang emas atau perak. Songket Palembang bukan hanya pakaian mewah, tetapi juga simbol status sosial dan kebanggaan budaya.

A. Ciri Khas Songket Palembang

Songket Palembang memiliki motif khas seperti:

  • Bunga Melati
  • Naga Besaung
  • Lancang Kuning
  • Durian Pecah

Proses pembuatannya membutuhkan ketelitian tinggi dan bisa memakan waktu berminggu-minggu. Tak heran jika songket sering disebut sebagai “permata tekstil” dari Sumatera Selatan.

B. Fungsi Sosial dan Upacara

Songket biasanya digunakan dalam:

  • Pernikahan adat
  • Upacara adat keluarga bangsawan
  • Pesta budaya dan festival resmi

3. Bahasa dan Sastra Tradisional

Bahasa Palembang adalah bagian dari rumpun bahasa Melayu, tetapi memiliki dialek khas seperti bahasa Palembang alus (halus) dan bahasa pasar. Bahasa halus biasanya digunakan dalam konteks formal dan saat berbicara dengan orang yang lebih tua, menunjukkan tingkat kesopanan tinggi dalam budaya lokal.

A. Pantun dan Gurindam

Pantun dan gurindam masih hidup dalam budaya masyarakat Palembang, digunakan dalam acara:

  • Lamaran dan pernikahan
  • Pertunjukan seni
  • Pembukaan pidato atau sambutan

Contoh pantun Palembang:

Kalau ke pasar beli ketan,
Singgah ke sungai mandi sebentar.
Kalau hati sudah berkenan,
Datanglah pinang jangan lewat.


4. Kuliner Tradisional: Simbol Warisan Budaya

Makanan khas Palembang bukan hanya lezat, tetapi juga sarat nilai budaya. Pempek, tekwan, model, laksan, dan pindang patin bukan sekadar menu harian, tapi juga warisan kuliner turun-temurun yang dijaga dengan bangga.

A. Filosofi dalam Makanan
  • Pempek mencerminkan kreativitas masyarakat dalam mengolah hasil sungai (ikan).
  • Pindang Patin sebagai simbol kebersamaan dalam makan keluarga.
  • Laksan dan Celimpungan biasa dihidangkan dalam acara keluarga besar dan hari raya.

5. Rumah Adat Limas: Arsitektur Penuh Filosofi

Rumah Limas adalah rumah tradisional Palembang yang memiliki lima tingkat lantai. Arsitektur rumah ini mencerminkan status sosial, nilai-nilai adat, dan tatanan keluarga.

A. Struktur dan Makna
  • Tingkat pertama digunakan untuk tamu biasa
  • Tingkat tertinggi hanya digunakan oleh keluarga atau tamu terhormat
  • Bagian rumah dibuat tanpa paku, menggunakan teknik sambungan kayu khas

Rumah Limas juga digunakan untuk acara adat pernikahan, kenduri, dan musyawarah keluarga besar.

Baca juga: Ekonomi dan Perdagangan di Kesultanan Demak: Jalur Maritim Nusantara


6. Kesenian Daerah yang Masih Hidup

A. Tari Gending Sriwijaya

Tari ini menggambarkan sambutan kerajaan kepada tamu agung. Penarinya mengenakan busana khas dan membawa tepak sirih, simbol penghormatan dan keramahan masyarakat Palembang.

B. Musik Dul Muluk dan Gamelan Palembang

Dul Muluk adalah seni drama tradisional yang bercerita tentang sejarah Islam dan kisah raja-raja Arab. Musik pengiringnya menggunakan rebana, gendang, dan gamelan khas Palembang.

C. Tari Tanggai

Tari ini ditampilkan saat menyambut tamu atau dalam pesta pernikahan. Penari membawa lilin kecil di ujung jari, menandakan kesucian dan penghormatan.


7. Kepercayaan Tradisional dan Ritual Lokal

Meskipun masyarakat Palembang modern telah menganut agama formal, masih ada kepercayaan lokal yang hidup seperti:

  • Sedekah Sungai: ritual memberi sesajen ke Sungai Musi agar terhindar dari bahaya.
  • Tolak Bala: upacara mendoakan kampung agar dijauhkan dari musibah.

Ritual-ritual ini biasanya dilakukan dengan doa, makanan tradisional, dan pembacaan doa oleh tetua adat.


8. Festival Budaya dan Pelestarian Tradisi

Pemerintah kota dan komunitas budaya Palembang secara rutin menggelar Festival Budaya Palembang, seperti:

  • Festival Gending Sriwijaya
  • Festival Songket dan Kuliner
  • Lomba Pantun dan Sastra Daerah

Acara-acara ini tidak hanya melestarikan tradisi, tapi juga memperkenalkannya ke generasi muda dan wisatawan mancanegara.


9. Pelestarian Budaya di Tengah Modernisasi

Di era digital, tantangan utama budaya Palembang adalah globalisasi dan perubahan gaya hidup. Namun berbagai upaya pelestarian dilakukan, seperti:

  • Pendidikan muatan lokal di sekolah
  • Sanggar tari dan musik tradisional
  • Digitalisasi konten budaya (video YouTube, dokumenter, dll)
  • Program “Kampung Budaya” di beberapa wilayah Palembang

Penutup

Tradisi dan budaya Palembang bukanlah peninggalan masa lalu yang mati, melainkan warisan hidup yang terus berkembang. Dari pakaian adat yang megah, kain songket yang elegan, rumah Limas yang filosofis, hingga kuliner lezat dan tari-tarian sakral—semuanya mencerminkan identitas kuat masyarakat Palembang yang menjunjung tinggi nilai leluhur di tengah dunia modern.

Menjaga kelestarian budaya bukan sekadar kewajiban moral, tetapi juga bentuk penghargaan terhadap sejarah dan jati diri. Palembang bukan hanya kota sejarah, tetapi juga kota budaya yang kaya dan hidup.


FAQ (Pertanyaan yang Sering Diajukan)

1. Apa busana adat pengantin khas Palembang?
Busana adat pengantin Palembang dikenal dengan nama Aesan Gede dan Aesan Paksangko, yang menggambarkan kemewahan dan nilai sejarah dari budaya Sriwijaya.

2. Apa itu Rumah Limas?
Rumah Limas adalah rumah adat Palembang yang memiliki struktur bertingkat lima dengan makna simbolik, mencerminkan tatanan sosial dan adat.

3. Makanan khas apa yang berasal dari Palembang?
Makanan khas Palembang antara lain pempek, tekwan, model, laksan, celimpungan, dan pindang patin.

4. Apa saja tarian tradisional Palembang?
Tarian tradisional yang masih dilestarikan antara lain Tari Gending Sriwijaya, Tari Tanggai, dan Tari Pagar Pengantin.

5. Bagaimana cara Palembang melestarikan budayanya?
Melalui pendidikan lokal, festival budaya, sanggar seni, dan digitalisasi konten tradisional serta dukungan dari pemerintah daerah.


Referensi

  • Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kota Palembang: https://disbudpar.palembang.go.id
  • Pemerintah Kota Palembang: https://palembang.go.id
  • Balai Pelestarian Nilai Budaya Sumatera Selatan
  • Tempo.co – Budaya Songket dan Rumah Limas
  • Kompas.com – Adat Pernikahan dan Tradisi Palembang
  • Indonesia.go.id – Pelestarian Budaya Daerah

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.