Pada masa praaksara, manusia hidup sebagai pemburu dan pengumpul makanan. Untuk bertahan hidup, mereka membutuhkan tempat tinggal sederhana namun cerdas yang mampu melindungi dari cuaca dan binatang buas. Meskipun tanpa teknologi modern, manusia praaksara menunjukkan kecerdasan luar biasa dalam memilih dan memanfaatkan tempat tinggalnya.
Pengertian Tempat Tinggal Pemburu-Pengumpul
Tempat tinggal pemburu-pengumpul adalah hunian sementara yang digunakan manusia praaksara saat berburu dan mengumpulkan makanan. Tempat ini tidak bersifat permanen karena manusia hidup nomaden (berpindah-pindah) mengikuti sumber makanan.
Jenis-Jenis Tempat Tinggal Manusia Praaksara
1. Gua (Cave Dwelling)
Gua menjadi tempat tinggal favorit karena:
- Melindungi dari hujan dan panas
- Aman dari binatang buas
- Mudah ditemukan di alam
Contoh:
Gua di Sangiran dan Sampung (Jawa Timur).
2. Ceruk Batu (Abris Sous Roche)
Ceruk batu adalah tempat berlindung di bawah tebing batu.
Keunggulan:
- Terlindung dari angin
- Dekat sumber air
- Mudah diawasi
3. Hunian Alam Terbuka
Manusia praaksara juga membuat hunian sederhana dari:
- Ranting
- Daun
- Kulit kayu
Hunian ini bersifat sementara dan mudah dibongkar.
Alasan Pemilihan Tempat Tinggal
Pemilihan tempat tinggal didasarkan pada:
- Dekat sumber air
- Banyak hewan buruan
- Aman dari bencana alam
- Mudah ditinggalkan
Strategi ini menunjukkan kecerdasan adaptif manusia praaksara.
Contoh Kehidupan Pemburu-Pengumpul di Indonesia
Beberapa contoh lokasi tempat tinggal:
- Gua Sampung (Jawa Timur): ditemukan alat tulang dan sisa makanan
- Gua Leang-Leang (Sulawesi Selatan): tempat tinggal dan lukisan dinding
- Gua di Papua: hunian sementara pemburu-pengumpul
Temuan arkeologis memperkuat bukti kehidupan nomaden.
Baca juga: Manfaat Dongeng bagi Perkembangan Karakter Anak dan Dunia Pendidikan
