Seni adalah salah satu cara manusia praaksara mengekspresikan diri dan memahami lingkungan di sekitarnya. Salah satu bentuk seni yang paling terkenal dari masa praaksara adalah lukisan gua. Lukisan ini tidak hanya sebagai hiasan, tetapi juga memiliki fungsi ritual, pendidikan, dan simbolik bagi komunitas manusia purba. Bagaimana Seni dan Lukisan Gua pada Zaman Praaksara?
1. Fungsi Seni dan Lukisan Gua
Lukisan gua memiliki berbagai fungsi dalam kehidupan manusia praaksara, antara lain:
Ciri-ciri dan Fungsi:
- Simbolik: Menggambarkan hewan buruan, manusia, dan aktivitas sehari-hari.
- Ritual: Digunakan dalam upacara magis untuk keberhasilan berburu.
- Pendidikan: Mengajarkan generasi muda tentang hewan dan teknik berburu.
- Ekspresi Kreativitas: Menunjukkan kemampuan manusia praaksara dalam seni visual.
Contoh:
Lukisan gua di Leang Timpuseng, Sulawesi Selatan, menampilkan babi rusa dan tangan manusia sebagai simbol kegiatan berburu.
2. Ciri-ciri Lukisan Gua
Lukisan gua pada Zaman Praaksara memiliki ciri khas berikut:
- Menggunakan bahan alami seperti tanah liat, arang, dan darah hewan sebagai cat.
- Digambar pada dinding atau langit-langit gua.
- Menggunakan teknik sederhana seperti menyapukan, menempelkan tangan, atau meniup cat.
- Motif umum: hewan buruan (rusa, babi, banteng), tangan manusia, pola geometris.
Contoh:
- Gua Leang-Leang, Sulawesi Selatan: lukisan babi rusa dan tangan manusia.
- Gua Maros, Sulawesi Selatan: lukisan figur hewan dengan cat arang.
3. Perkembangan Seni dari Zaman Batu Tua hingga Neolitikum
| Zaman | Ciri-ciri Seni | Contoh Lukisan Gua |
| Batu Tua (Paleolitikum) | Sederhana, garis dan bentuk kasar | Cap tangan, hewan buruan di gua Eropa dan Indonesia |
| Batu Tengah (Mesolitikum) | Lebih detail, mulai menggunakan warna alami | Lukisan ikan dan burung di gua Sumatra |
| Batu Muda (Neolitikum) | Motif lebih kompleks, simbol kehidupan & pertanian | Gambar manusia bercocok tanam dan hewan ternak di gua Dieng |
Contoh Kehidupan Sehari-hari:
Manusia Zaman Batu Muda menggambar kegiatan bercocok tanam dan hewan ternak untuk merekam kegiatan penting dalam komunitasnya.
4. Teknik Membuat Lukisan Gua
Seni dan Lukisan Gua pada Zaman Praaksara
- Cap tangan: Menempelkan tangan pada dinding gua lalu meniup cat di sekitarnya.
- Menggores: Menggunakan batu tajam untuk mengukir garis pada dinding.
- Menyapukan: Menggunakan jari atau kuas sederhana dari serabut tanaman.
Contoh:
Lukisan tangan manusia di Gua Leang-Leang dibuat dengan teknik cap tangan menggunakan pigmen merah alami.
Baca juga: Contoh Keberagaman Lingkungan Alam di Sekitar Sekolah
