Seiring perkembangan zaman, manusia mengalami perubahan besar dalam cara hidupnya. Salah satu perubahan penting terjadi dari masa praaksara menuju masa bercocok tanam. Perubahan ini tidak hanya memengaruhi cara manusia memperoleh makanan, tetapi juga membentuk pembiasaan hidup baru dalam bidang sosial, ekonomi, dan budaya. Materi ini penting dipelajari dalam IPS SMP kelas 7 untuk memahami awal terbentuknya kehidupan masyarakat yang lebih maju. Bagaimana Perubahan Pembiasaan Hidup Manusia dari Masa Praaksara ke Masa Bercocok Tanam?
Pengertian Masa Praaksara dan Masa Bercocok Tanam
- Masa Praaksara adalah masa ketika manusia belum mengenal tulisan dan hidup dengan cara berburu serta meramu.
- Masa Bercocok Tanam adalah masa ketika manusia mulai mengolah tanah dan menanam tanaman untuk memenuhi kebutuhan hidup.
Peralihan dari masa praaksara ke masa bercocok tanam menandai perubahan besar dalam pembiasaan hidup manusia.
Pembiasaan Hidup Manusia pada Masa Praaksara
Pada masa praaksara, manusia memiliki pembiasaan hidup sebagai berikut:
1. Berburu dan Meramu
Manusia memenuhi kebutuhan makanan dengan berburu hewan dan mengumpulkan tumbuhan liar.
Contoh:
Berburu rusa dan mengumpulkan buah-buahan di hutan.
2. Hidup Nomaden
Karena bergantung pada alam, manusia praaksara hidup berpindah-pindah.
Contoh:
Berpindah tempat ketika sumber makanan di suatu wilayah habis.
3. Menggunakan Alat Sederhana
Alat yang digunakan terbuat dari batu, kayu, dan tulang.
Contoh:
Kapak genggam dari batu digunakan untuk memotong daging.
4. Hidup Berkelompok Kecil
Manusia hidup dalam kelompok kecil untuk saling membantu.
Contoh:
Berburu dilakukan secara bersama-sama demi keselamatan.
Pembiasaan Hidup Manusia pada Masa Bercocok Tanam
Perkembangan pengetahuan membawa manusia pada masa bercocok tanam dengan pembiasaan hidup baru, antara lain:
1. Menghasilkan Makanan Sendiri
Manusia mulai menanam tanaman dan tidak lagi sepenuhnya bergantung pada alam.
Contoh:
Menanam padi dan umbi-umbian di ladang.
2. Hidup Menetap
Karena memiliki sumber makanan tetap, manusia mulai tinggal di satu tempat.
Contoh:
Membangun rumah sederhana di sekitar lahan pertanian.
3. Mengembangkan Alat yang Lebih Baik
Alat pertanian dibuat lebih halus dan efektif.
Contoh:
Kapak persegi digunakan untuk mengolah tanah.
4. Pembagian Kerja
Muncul pembagian tugas dalam masyarakat.
Contoh:
Sebagian bertani, sebagian membuat alat, dan sebagian menjaga permukiman.
5. Kehidupan Sosial Lebih Teratur
Hidup menetap mendorong terbentuknya aturan dan kepemimpinan.
Contoh:
Adanya pemimpin kelompok untuk mengatur kegiatan bersama.
Baca juga: Dampak Positif dan Negatif Persaingan terhadap Kehidupan Sosial dan Ekonomi
