Pada masa praaksara, manusia belum mengenal tulisan, tetapi telah mampu mengekspresikan perasaan, kepercayaan, dan pengalaman hidup melalui seni rupa dan musik sederhana. Seni pada masa ini tidak hanya berfungsi sebagai hiburan, tetapi juga memiliki nilai ritual, spiritual, dan sosial. Perkembangan seni praaksara menjadi bukti bahwa manusia purba telah memiliki kreativitas dan kepekaan estetika. Bagaimana Perkembangan Seni Rupa dan Musik pada Masa Praaksara?
Pengertian Seni pada Masa Praaksara
Seni pada masa praaksara adalah hasil karya manusia purba yang diciptakan sebagai sarana ekspresi, kepercayaan, dan komunikasi. Seni tersebut berkembang seiring perubahan pola hidup manusia, dari berburu hingga bercocok tanam.
Perkembangan Seni Rupa pada Masa Praaksara
1. Lukisan Dinding Gua
Lukisan gua merupakan bentuk seni rupa tertua pada masa praaksara. Lukisan ini dibuat dengan menggunakan pigmen alami seperti tanah merah, arang, dan getah tumbuhan.
Contoh:
- Lukisan cap tangan di Gua Leang-Leang, Sulawesi Selatan
- Lukisan hewan buruan seperti rusa dan babi hutan
- Adegan berburu dengan tombak
2. Seni Pahat dan Patung Batu
Manusia praaksara juga mengembangkan seni pahat dari batu yang berkaitan dengan kepercayaan dan upacara adat.
Contoh:
- Arca batu sederhana
- Menhir sebagai tugu pemujaan
- Dolmen sebagai meja sesaji
3. Seni Hias dan Perhiasan
Perhiasan digunakan sebagai simbol status, kepercayaan, atau pelindung diri.
Contoh:
- Kalung dari tulang dan kerang
- Gelang dari batu dan kayu
- Hiasan tubuh dari tanah liat
Perkembangan Seni Musik pada Masa Praaksara
1. Musik sebagai Sarana Ritual
Musik digunakan dalam upacara pemujaan roh, penguburan, dan ritual kesuburan.
Contoh:
- Bunyi tabuhan untuk memanggil roh
- Irama tertentu saat upacara adat
2. Alat Musik Sederhana
Alat musik pada masa praaksara dibuat dari bahan alam di sekitar lingkungan mereka.
Contoh alat musik:
- Alat pukul dari batu dan kayu
- Seruling sederhana dari tulang
- Alat ritmis dari bambu
3. Musik sebagai Komunikasi dan Hiburan
Selain ritual, musik juga berfungsi sebagai:
- Sarana komunikasi antaranggota kelompok
- Pengiring tarian sederhana
- Hiburan setelah berburu
Baca juga: Keberagaman Lingkungan dan Manfaatnya bagi Kehidupan
