Home ยป Sejarah ยป Perburuan dan Mengumpulkan Makanan pada Zaman Praaksara
Posted in

Perburuan dan Mengumpulkan Makanan pada Zaman Praaksara

Perburuan dan Mengumpulkan Makanan pada Zaman Praaksara (ft.istimewa)
Perburuan dan Mengumpulkan Makanan pada Zaman Praaksara (ft.istimewa)

Manusia praaksara hidup pada masa sebelum adanya tulisan dan peradaban maju. Salah satu cara utama mereka bertahan hidup adalah melalui perburuan hewan dan pengumpulan makanan dari alam. Kegiatan ini sangat penting untuk memenuhi kebutuhan dasar seperti makanan, pakaian, dan alat. Bagaimana Perburuan dan Mengumpulkan Makanan pada Zaman Praaksara?


1. Perburuan pada Zaman Batu Tua

Pada awal Zaman Batu (Paleolitikum), manusia praaksara mengandalkan berburu hewan besar untuk mendapatkan daging, kulit, dan tulang. Mereka hidup nomaden, berpindah-pindah mengikuti pergerakan hewan buruan.

Ciri-ciri:

  • Menggunakan alat batu kasar seperti kapak genggam atau tombak sederhana.
  • Berburu secara kelompok kecil untuk meningkatkan peluang keberhasilan.
  • Hewan yang diburu termasuk rusa, babi hutan, dan banteng.

Contoh:
Fosil Pithecanthropus erectus di Sangiran menunjukkan manusia menggunakan kapak genggam untuk memburu hewan besar.


2. Mengumpulkan Makanan dari Alam

Selain berburu, manusia praaksara juga mengumpulkan makanan dari alam. Mereka mengambil buah, akar, umbi-umbian, dan daun sebagai sumber gizi.

Ciri-ciri:

  • Mengumpulkan makanan yang mudah didapat di sekitar tempat tinggal.
  • Memahami musim dan jenis tanaman yang bisa dimakan.
  • Perempuan biasanya memimpin kegiatan pengumpulan makanan.

Contoh:
Manusia Zaman Batu Tua mengumpulkan umbi-umbian di tepi hutan dan buah liar yang matang.


3. Perburuan dan Pengumpulan Makanan pada Zaman Batu Tengah

Seiring perkembangan manusia, cara berburu dan mengumpulkan makanan menjadi lebih terstruktur. Pada Zaman Batu Tengah (Mesolitikum), manusia mulai memanfaatkan sungai dan danau untuk memancing ikan serta menangkap burung atau hewan kecil.

Ciri-ciri:

  • Menggunakan anak panah, tombak, dan alat pemancing yang lebih halus.
  • Mengatur strategi berburu dan memancing untuk kelompok besar.
  • Mengumpulkan makanan tambahan seperti kerang, telur burung, dan biji-bijian liar.

Contoh:
Di Gua Harimau, Sumatra, manusia Mesolitikum membuat alat serpih untuk menangkap ikan di sungai.


4. Perburuan dan Mengumpulkan Makanan pada Zaman Batu Muda

Pada Zaman Batu Muda (Neolitikum), manusia mulai menetap dan bercocok tanam. Mereka tetap berburu dan mengumpulkan makanan, tetapi mulai mengandalkan pertanian dan peternakan.

Ciri-ciri:

  • Berburu hewan kecil seperti kelinci atau burung untuk tambahan makanan.
  • Mengumpulkan sayuran dan umbi-umbian untuk stok pangan.
  • Memelihara hewan ternak seperti kambing, sapi, dan ayam.

Contoh:
Permukiman di Dieng, Jawa Tengah, menunjukkan manusia menggunakan kapak persegi untuk membajak tanah dan bercocok tanam, tetapi tetap berburu hewan kecil untuk variasi makanan.

Baca juga: Keberagaman Lingkungan dan Pentingnya Sikap Peduli Lingkungan


Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.