Posted in

Perbedaan Manusia Zaman Batu Tua, Batu Tengah, dan Batu Muda

Perbedaan Manusia Zaman Batu Tua, Batu Tengah, dan Batu Muda (ft.istimewa)
Perbedaan Manusia Zaman Batu Tua, Batu Tengah, dan Batu Muda (ft.istimewa)

Tabel Perbandingan Zaman Batu

Zaman BatuPeriodeAlatCara HidupTempat Tinggal
Batu Tua (Paleolitikum)ยฑ2,5 juta โ€“ 10.000 SMBatu kasar (kapak genggam)Berburu & mengumpulkan makananGua / tenda sederhana
Batu Tengah (Mesolitikum)ยฑ10.000 โ€“ 7.000 SMBatu halus (anak panah)Berburu ikan & makananGubuk kayu & daun
Batu Muda (Neolitikum)ยฑ7.000 โ€“ 3.000 SMBatu diasah & dipoles (kapak persegi)Bercocok tanam & beternakRumah permanen / permukiman

Contoh Kehidupan Sehari-hari

Perbedaan Manusia Zaman Batu Tua, Batu Tengah, dan Batu Muda.

  • Batu Tua: Manusia berburu rusa di hutan dan mengumpulkan buah liar.
  • Batu Tengah: Manusia membuat perangkap ikan dan mulai menanam umbi-umbian.
  • Batu Muda: Manusia bercocok tanam padi dan jagung, membangun rumah dari kayu dan batu.

FAQ (Pertanyaan yang Sering Diajukan)

1. Apa yang membedakan manusia Zaman Batu Tua, Tengah, dan Muda?
Perbedaan utama terletak pada alat yang digunakan, cara hidup, dan tempat tinggal. Zaman Batu Tua masih nomaden, Batu Tengah mulai menyesuaikan lingkungan, dan Batu Muda sudah menetap serta bercocok tanam.

2. Mengapa manusia Zaman Batu Muda lebih maju?
Karena mereka mulai bercocok tanam dan beternak, sehingga bisa membangun permukiman tetap dan membentuk masyarakat lebih terstruktur.

3. Apakah manusia Zaman Batu Muda sudah mengenal tulisan?
Belum. Tulisan baru muncul pada Zaman Logam dan peradaban awal di Mesopotamia dan Mesir.

4. Contoh peninggalan manusia Zaman Batu di Indonesia?

  • Batu Tua: Fosil Pithecanthropus erectus di Sangiran, Jawa Tengah.
  • Batu Tengah: Alat serpih untuk memancing di daerah Gua Harimau, Sumatra.
  • Batu Muda: Kapak persegi di Banten, permukiman awal bercocok tanam.

Referensi

  1. Soekmono, R. (2010). Sejarah Nasional Indonesia: Zaman Prasejarah. Jakarta: Departemen Pendidikan Nasional.
  2. Koesoemadinata, R. (2006). Arkeologi Praaksara di Indonesia. Bandung: ITB Press.
  3. Badan Sejarah Indonesia

ย 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.