Kritik dan Kontroversi
1. Sentralisasi Kepemimpinan
Megawati kerap dikritik karena gaya kepemimpinan yang terlalu sentralistik. Keputusan penting partai, seperti pencalonan kepala daerah atau calon presiden, hampir selalu bergantung pada restu Megawati sebagai ketua umum.
Hal ini menimbulkan keterbatasan ruang demokrasi internal partai.
2. Tidak Terlibat Aktif dalam Isu Publik
Sebagai tokoh nasional, Megawati juga kerap dinilai tidak cukup aktif memberikan pandangan atau solusi atas berbagai isu nasional. Gaya komunikasi politiknya yang jarang tampil di media membuat masyarakat awam merasa jauh dari figur Megawati, meskipun ia memegang pengaruh besar di belakang layar.
Kekuatan Simbolik dan Legitimasi Historis
Megawati membawa warisan simbolik yang sangat kuat sebagai anak dari Bung Karno, Proklamator dan Presiden pertama RI. Karisma dan legitimasi historis ini menjadi aset politik yang terus beresonansi hingga kini.
PDI-P memanfaatkan simbolisme Soekarno sebagai identitas partai, dan Megawati sebagai penjaga warisan tersebut. Dalam politik Indonesia yang masih kental dengan politik figur, kekuatan simbolik ini menjadi penopang dominasi partai di berbagai pemilu.
Kesimpulan
Setelah lengser dari jabatan Presiden RI, Megawati Soekarnoputri membuktikan bahwa pengaruh politik tidak harus lahir dari kekuasaan eksekutif. Sebagai Ketua Umum PDI-P, Megawati membentuk arah dan strategi partai yang sukses memenangkan pemilu berulang kali.
Ia juga memainkan peran penting dalam membesarkan tokoh-tokoh nasional, mempertahankan ideologi Pancasila, dan menjadi pengambil keputusan utama dalam proses politik elektoral Indonesia. Meskipun gaya kepemimpinannya sering dikritik karena sentralistik dan kurang komunikatif, kontribusi Megawati terhadap konsistensi demokrasi dan kekuatan partai tidak bisa diabaikan.
Warisan Megawati sebagai tokoh nasional akan terus mewarnai wajah politik Indonesia dalam waktu yang panjang. Baik sebagai mentor, simbol ideologis, maupun pengarah strategi politik nasional, perannya akan tetap menjadi bagian tak terpisahkan dari sejarah demokrasi Indonesia modern.
FAQ (Pertanyaan yang Sering Diajukan)
1. Apakah Megawati masih aktif dalam politik setelah tidak menjadi presiden?
Ya. Megawati aktif sebagai Ketua Umum PDI-P dan juga menjabat sebagai Ketua Dewan Pengarah BPIP, serta menjadi tokoh nasional berpengaruh dalam proses politik.
2. Apa pengaruh Megawati terhadap kemenangan Jokowi?
Megawati adalah tokoh yang mencalonkan dan mendukung Jokowi sebagai capres sejak 2014. Keputusannya ini dianggap sebagai langkah strategis yang mengubah arah politik nasional.
3. Mengapa Megawati dianggap sebagai โkingmakerโ?
Karena meski tidak memegang jabatan eksekutif, Megawati memiliki kekuatan untuk menentukan siapa yang maju sebagai calon presiden dan mempengaruhi arah koalisi politik nasional.
4. Apakah benar PDI-P cenderung membangun dinasti politik?
Beberapa pengamat menilai demikian, terutama dengan posisi strategis Puan Maharani sebagai anak Megawati. Namun PDI-P juga memiliki kader dari luar keluarga yang menonjol.
5. Apa kontribusi Megawati dalam penguatan ideologi negara?
Melalui BPIP dan Sekolah Partai, Megawati aktif dalam membumikan nilai-nilai Pancasila dan ajaran Bung Karno sebagai fondasi kebangsaan.
Referensi
- Kompas.com โ https://www.kompas.com
- Tirto.id โ https://tirto.id
- Detik.com โ https://www.detik.com
- Historia.id โ https://historia.id
- Situs Resmi PDI Perjuangan โ https://www.pdiperjuangan.id
- BPIP.go.id โ https://bpip.go.id
- Dewi Fortuna Anwar, Reformasi Politik Indonesia: Kepemimpinan dan Tantangan
- Marcus Mietzner, Parties and Political Dynamics in Post-Suharto Indonesia
