Advertisement
Advertisement
ArtikelPedagogik

Media dengan bahan-bahan limbah

Advertisement

Media dengan bahan-bahan limbah, Tidak selamanya sampah menjadi musuh bagi manusia, tapi sebaliknya sampah akan sangat bernilai bagi yang lain, termasuk guru. Dengan sentuhan kreativitas dan perlakukan yang baik, sampah akan memberikan manfaat secara ekonomis dan educative.

Proses belajar mengajar tidak akan berhasil optimal bila suatu sekolah tidak menyediakan sarana yang memadai jika diingat bahwa anak belajar dengan menggunakan panca inderanya.

Untuk belajar yang bermakna siswa perlu alat peraga educative maupun alat permainan educative untuk membantu memaksimalkan eksplorasi, penemuan, penciptaan, perkembangan daya pikir sehingga apabila tidak tersedia alat bantu tersebut, gurulah yang harus mengupayakannya dengan cara memanfaatkan lingkungan termasuk bahan sisa/sampah sebagai APE (Alat peraga /permainan educative).

Advertisement

Pemanfaatan Limbah untuk APE

Limbah dapat diartikan sebagai benda-benda yang tidak dapat digunakan, tidak ingin digunakan atau tidak diperlukan lagi. Sesuatu benda bisa saja menjadi limbah bagi kita tetapi berguna bagi orang lain. Bungkus-bungkus/kemasan bisa menjadi limbah ketika kita membuangnya ke tong sampah setelah menggunakan.

Benda-benda limbah bisa berupa benda-benda yang sudah tidak terpakai seperti kertas, kayu, plastik, logam, karet, kaca, dan kain. Benda-benda tersebut biasanya terdiri dari beberapa ukuran dan beberapa warna. Ada yang berukuran kecil ada yang besar, ada yang berwarna dan ada yang tidak berwarna.

Mainan untuk anak tidak harus berupa benda-benda yang mahal. Mainan-mainan itu sebetulnya sudah ada di lingkungan kita sehari-hari. Perhatikanlah benda-benda yang tidak terpakai di lingkungan kita. Sering benda-benda itu dianggap sebagai limbah yang hanya disimpan di gudang atau bahkan dimasukkan ke dalam kotak sampah.

Media dengan bahan-bahan limbah, padahal sesungguhnya limbah tersebut dapat digunakan untuk alat permainan educative yang dapat menunjang proses pembelajaran. Dari limbah juga dapat dilakukan proses daur ulang yang hasilnya dapat bermanfaat untuk menunjang kegiatan sains. Menurut Bean (1995, 4) limbah merupakan media atau bahan kreatif sekaligus dapat menunjang kreativitas anak.

Baca juga Alat Permainan Educative (APE) Yang digemari anak TK

Limbah yang diolah menjadi alat permaianan untuk anak-anak khususnya usia Taman Kanak-kanak biasanya berhubungan dengan kegiatan bermain anak. Karena pada dasarnya anak usia Taman kanak-kanak berada pada tahap bermain.

Advertisement
Gambar 57a. Anak sedang asik bermain alat permainan educative (ilustrasi foto/Bukareview)

Bahan atau Media yang dipergunakan mainan

Oleh karena itu bahan atau media yang dapat digunakan adalah mainan untuk anak, diantaranya :

  1. Kotak dengan berbagai ukuran
  2. Pakaian yang terlalu kecil atau tidak terpakai lagi
  3. Potongan-potongan benang
  4. Segala benda yang beroda (misalnya kereta bayi tua, kereta belanja, atau kereta dorong)
  5. Peralatan dapur yang tidak terpakai lagi
  6. Gelas, mangkuk dan wadah bekas makanan
  7. Potongan perca dari berbagai ukuran
  8. Segala macam kertas, surat kabar, kertas gambar, karton, kertas warna
  9. Majalah berisi foto dan gambar yang berwarna cerah
  10. Bahan pengeras terutama yang bentuknya aneh dan pembalut alat elektronik atau peralatan lain (Bean, 1995 : 49)
DAFTAR PUSTAKA
  • Sudono, Anggani. 2004. Sumber Belajar dan Alat Permainan untuk Pendidikan Usia Dini. Jakarta : Grasindo
  • Bean, Reynold. 1995. Cara Mengembangkan Kreativitas Anak (terjemahan Med. Meitasari Tjandrasa). Jakarta : Binarupa Aksara
  • Sadiman, A.S. 1986. Media pendidikan: pengeratian, pengembangan, dan pemanfaatannya. Jakarta: Cv. Rajawali.

Advertisement

Advertisement
Read article
Advertisement

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Back to top button