Home » Berita » Lomba Permainan Tradisional di Kota Depok: Melestarikan Budaya di Era Digital
Posted in

Lomba Permainan Tradisional di Kota Depok: Melestarikan Budaya di Era Digital

Lomba Permainan Tradisional di Kota Depok: Melestarikan Budaya di Era Digital (ft.istimewa)
Lomba Permainan Tradisional di Kota Depok: Melestarikan Budaya di Era Digital (ft.istimewa)
sekolahGHAMA

Depok, Jawa Barat – Di tengah pesatnya perkembangan teknologi modern yang membuat anak-anak semakin akrab dengan gawai (gadget), Pemerintah Kota Depok bersama sejumlah sekolah menggelar Lomba Permainan Tradisional yang diikuti oleh anak-anak tingkat Sekolah Dasar (SD) dan Sekolah Menengah Pertama (SMP) se-Kota Depok. Acara meriah ini berlangsung di Lapangan Persik Kukusan, Depok, dan berhasil menyedot perhatian warga, guru, serta para orang tua.

Kegiatan ini mengusung semangat kebersamaan, gotong royong, serta pelestarian budaya lokal yang hampir terlupakan akibat derasnya arus globalisasi dan digitalisasi. Anak-anak yang biasanya sibuk bermain mobile games kini tampak riang gembira berlari, melompat, dan tertawa bersama teman-temannya sambil mengikuti berbagai perlombaan.


Menghidupkan Kembali Permainan Tradisional

Lomba ini menghadirkan beragam jenis permainan tradisional yang selama ini mulai jarang dimainkan oleh anak-anak. Beberapa permainan yang diperlombakan antara lain:

  1. Egrang – Permainan berjalan menggunakan batang bambu panjang.
  2. Gobak Sodor – Permainan beregu yang menuntut strategi dan kekompakan.
  3. Engklek – Permainan melompat pada kotak-kotak yang digambar di tanah.
  4. Tarik Tambang – Permainan adu kekuatan secara kelompok.
  5. Balap Karung – Permainan seru yang selalu mengundang gelak tawa.
  6. Kelereng – Permainan ketangkasan dengan menggunakan kelereng kecil.

Setiap tim peserta berasal dari perwakilan SD dan SMP di Depok, yang didampingi oleh guru olahraga masing-masing. Kehadiran guru ini tidak hanya sebagai pendamping, tetapi juga sebagai motivator yang memberi semangat kepada anak-anak agar berani mencoba permainan tradisional yang mungkin baru mereka kenal.


Antusiasme Peserta dan Dukungan Orang Tua

Sejak pagi hari, Lapangan Persik Kukusan sudah dipadati peserta, guru, dan orang tua murid. Suasana lapangan penuh dengan keceriaan, teriakan penyemangat, dan tawa riang anak-anak.

Para orang tua menyambut baik kegiatan ini. Banyak dari mereka merasa senang karena anak-anak bisa beraktivitas di luar ruangan, bersosialisasi, dan terbebas sejenak dari ketergantungan bermain ponsel.

“Kami sangat mendukung kegiatan ini. Anak-anak sekarang sudah terlalu sering bermain gadget. Dengan adanya lomba permainan tradisional, mereka jadi bisa bergerak aktif, berkeringat, dan tentu saja lebih sehat,” ujar salah satu orang tua peserta dari SD Kukusan.


Tujuan Utama Kegiatan

Menurut panitia penyelenggara, tujuan dari Lomba Permainan Tradisional ini tidak hanya sekadar hiburan, tetapi juga memiliki nilai edukasi dan budaya yang mendalam. Ada beberapa poin penting yang ingin dicapai, antara lain:

  1. Melestarikan Warisan Budaya – Permainan tradisional adalah bagian dari identitas bangsa yang perlu dijaga.
  2. Mengurangi Ketergantungan Gadget – Anak-anak diharapkan bisa lebih bijak dalam menggunakan teknologi.
  3. Meningkatkan Kesehatan Fisik – Permainan tradisional mendorong aktivitas fisik yang menyehatkan.
  4. Menumbuhkan Sosialisasi dan Kerja Sama – Anak-anak belajar untuk bekerja sama, bersaing sehat, dan menghargai sesama.
  5. Menciptakan Suasana Gembira – Anak-anak bisa merasakan kebahagiaan sederhana tanpa harus bergantung pada permainan digital.

Guru Olahraga Berperan Aktif

Guru olahraga memiliki peran penting dalam kegiatan ini. Mereka tidak hanya mendampingi peserta, tetapi juga membimbing anak-anak dalam memahami aturan permainan, melatih strategi, dan memastikan kegiatan berjalan dengan aman.

Selain itu, guru juga menjadi penghubung antara sekolah dan panitia, memastikan peserta yang dikirim benar-benar siap mengikuti lomba. Peran guru olahraga dalam kegiatan ini juga menjadi contoh nyata bahwa pendidikan jasmani bukan hanya soal olahraga modern, tetapi juga menyangkut pelestarian budaya bangsa.


Permainan Tradisional sebagai Alternatif Hiburan

Dalam era digital saat ini, banyak anak yang lebih memilih menghabiskan waktunya dengan bermain mobile games atau menonton video di internet. Sayangnya, kebiasaan ini sering membuat mereka kurang bergerak, sulit bersosialisasi, dan bahkan bisa menimbulkan masalah kesehatan.

Permainan tradisional hadir sebagai solusi sekaligus alternatif hiburan yang sehat, murah, dan penuh manfaat. Misalnya, permainan gobak sodor yang menuntut strategi dapat melatih kecerdasan taktis anak, sementara tarik tambang dapat melatih kekuatan fisik serta kebersamaan.


Harapan Pemerintah Kota Depok

Melalui kegiatan ini, Pemerintah Kota Depok berharap agar permainan tradisional bisa kembali populer di kalangan anak-anak. Bahkan, tidak menutup kemungkinan kegiatan ini akan dijadikan agenda rutin tahunan di Depok, sehingga semakin banyak anak yang mengenal dan mencintai permainan tradisional.

Selain itu, Pemkot Depok juga mendorong agar sekolah-sekolah lebih sering memasukkan permainan tradisional ke dalam kegiatan ekstrakurikuler, sehingga anak-anak bisa terbiasa memainkannya.

“Kami berharap lomba ini bisa menjadi pemicu agar sekolah-sekolah lebih kreatif dalam memperkenalkan budaya lokal, termasuk permainan tradisional. Jika dilakukan secara rutin, anak-anak akan tumbuh dengan identitas budaya yang kuat,” ujar salah satu pejabat Dinas Pendidikan Kota Depok.


Suasana Meriah di Lapangan Persik Kukusan

Lapangan Persik Kukusan yang biasanya digunakan untuk kegiatan olahraga warga, kali ini berubah menjadi arena festival budaya anak-anak. Aneka spanduk, dekorasi, dan sorak-sorai penonton menambah semarak suasana lomba.

Beberapa momen lucu juga terjadi, misalnya ketika peserta balap karung terjatuh karena terlalu bersemangat, namun segera bangkit kembali dengan tawa. Keriuhan itu membuat penonton terhibur dan memberi semangat baru bagi peserta.

Baca juga: Smart Parenting Sekolah GHAMA: Pentingnya Parent-Child Bonding di Masa Depan


Dampak Positif Bagi Anak-Anak

Kegiatan lomba permainan tradisional di Depok ini meninggalkan kesan mendalam bagi para peserta. Anak-anak terlihat antusias dan banyak yang mengatakan ingin mengulanginya lagi.

Beberapa dampak positif yang dirasakan antara lain:

  • Anak-anak lebih berani bersosialisasi dengan teman baru.
  • Mereka menjadi lebih aktif bergerak dan melatih fisik.
  • Rasa kebersamaan semakin kuat melalui kerja sama tim.
  • Anak-anak mendapatkan pengalaman baru yang menyenangkan.
  • Tumbuh rasa cinta pada budaya bangsa.

Kesimpulan

Lomba Permainan Tradisional di Kota Depok menjadi bukti bahwa budaya lokal masih memiliki tempat istimewa di hati masyarakat, terutama anak-anak. Di tengah gempuran teknologi modern, kegiatan seperti ini mampu menghadirkan kembali keceriaan masa kecil yang sederhana namun penuh makna.

Dengan adanya dukungan dari pemerintah, sekolah, guru, dan orang tua, permainan tradisional diharapkan tidak hanya menjadi nostalgia, tetapi juga bagian dari kehidupan sehari-hari anak-anak masa kini.


FAQ (Pertanyaan yang Sering Diajukan)

1. Apa tujuan utama lomba permainan tradisional di Kota Depok?
Tujuan utama adalah melestarikan permainan tradisional, mengurangi ketergantungan anak-anak pada gadget, meningkatkan aktivitas fisik, serta mempererat kebersamaan dan sosialisasi antar siswa.

2. Siapa saja peserta lomba ini?
Peserta adalah anak-anak perwakilan dari SD dan SMP se-Kota Depok yang didampingi oleh guru olahraga masing-masing.

3. Permainan apa saja yang diperlombakan?
Beberapa permainan tradisional yang diperlombakan antara lain egrang, gobak sodor, engklek, tarik tambang, balap karung, dan kelereng.

4. Mengapa permainan tradisional penting untuk anak-anak?
Karena permainan tradisional dapat melatih fisik, melatih kerja sama, menumbuhkan kecerdasan sosial, dan melestarikan budaya bangsa.

5. Apakah kegiatan ini akan diadakan lagi di masa depan?
Pemerintah Kota Depok berencana menjadikan lomba ini sebagai agenda rutin tahunan agar lebih banyak anak yang mengenal dan mencintai permainan tradisional.


Referensi

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.