Posted in

Kehidupan Keluarga dan Komunitas pada Masa Praaksara

Kehidupan Keluarga dan Komunitas pada Masa Praaksara (ft.istimewa)
Kehidupan Keluarga dan Komunitas pada Masa Praaksara (ft.istimewa)

Tabel Kehidupan Keluarga dan Komunitas

AspekCiri-ciriContoh Aktivitas
KeluargaInti & besar, hidup nomaden โ†’ menetapMenetap di rumah permanen & bercocok tanam
Komunitas/Suku20โ€“50 orang, bekerja sama, pembagian tugasBerburu, memancing, membangun gubuk bersama
Pembagian TugasLaki-laki berburu, perempuan mengumpulkan makanan & menjaga anakMembajak sawah, menanam padi, memelihara hewan
Gotong RoyongBerbagi makanan, membantu anggota lemah, melindungi kelompokMembantu membangun rumah & ladang bersama

Contoh Kehidupan Sehari-hari

Kehidupan Keluarga dan Komunitas pada Masa Praaksara

  • Batu Tua: Keluarga kecil berburu hewan besar dan mengumpulkan buah liar, berpindah dari gua ke gua.
  • Batu Tengah: Komunitas tepi sungai memancing ikan dan berburu burung secara bergotong-royong.
  • Batu Muda: Keluarga besar menetap di permukiman, bercocok tanam, memelihara ternak, dan membangun rumah permanen bersama-sama.

FAQ (Pertanyaan yang Sering Diajukan)

1. Apa perbedaan antara keluarga dan komunitas pada masa praaksara?

  • Keluarga: Unit inti yang terdiri dari orang tua dan anak-anak.
  • Komunitas/Suku: Gabungan beberapa keluarga yang bekerja sama untuk bertahan hidup.

2. Bagaimana manusia praaksara membagi tugas dalam keluarga dan komunitas?
Laki-laki biasanya berburu atau menjaga keamanan, perempuan mengumpulkan makanan dan menjaga anak, anak-anak membantu pekerjaan ringan.

3. Apakah manusia praaksara hidup menetap?
Hanya pada Zaman Batu Muda manusia mulai menetap karena bercocok tanam dan beternak. Sebelumnya, mereka hidup nomaden.

4. Bagaimana manusia praaksara menjaga keselamatan komunitas?
Dengan gotong royong, berbagi makanan, membangun tempat tinggal bersama, dan melindungi anggota dari bahaya.


Referensi

  1. Soekmono, R. (2010). Sejarah Nasional Indonesia: Zaman Prasejarah. Jakarta: Departemen Pendidikan Nasional.
  2. Koesoemadinata, R. (2006). Arkeologi Praaksara di Indonesia. Bandung: ITB Press.
  3. Badan Sejarah Indonesia

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.