Home ยป Sejarah ยป Kehidupan Keluarga dan Komunitas pada Masa Praaksara
Posted in

Kehidupan Keluarga dan Komunitas pada Masa Praaksara

Kehidupan Keluarga dan Komunitas pada Masa Praaksara (ft.istimewa)
Kehidupan Keluarga dan Komunitas pada Masa Praaksara (ft.istimewa)

Manusia praaksara hidup pada masa sebelum adanya tulisan dan peradaban modern. Kehidupan mereka sangat bergantung pada keluarga dan komunitas untuk bertahan hidup. Sistem sosial ini mencerminkan bagaimana manusia bekerja sama, berbagi sumber daya, dan menjaga keamanan kelompok. Memahami kehidupan keluarga dan komunitas praaksara membantu kita menelusuri asal-usul organisasi sosial manusia. Bagaimana Kehidupan Keluarga dan Komunitas pada Masa Praaksara?


1. Struktur Keluarga pada Masa Praaksara

Manusia praaksara hidup dalam kelompok keluarga inti dan besar. Keluarga menjadi unit utama untuk saling mendukung dalam memenuhi kebutuhan sehari-hari.

Ciri-ciri:

  • Keluarga inti terdiri dari ayah, ibu, dan anak-anak.
  • Keluarga besar bisa mencakup kakek, nenek, dan kerabat lain.
  • Hidup nomaden pada Zaman Batu Tua dan mulai menetap pada Zaman Batu Muda.

Contoh:
Di Zaman Batu Muda, sebuah keluarga besar tinggal di rumah permanen di Banten dan bekerja sama dalam bercocok tanam.


2. Kehidupan Komunitas

Selain keluarga, manusia praaksara membentuk komunitas atau suku yang terdiri dari beberapa keluarga. Kehidupan komunitas penting untuk saling melindungi, berbagi makanan, dan bekerja sama dalam berbagai aktivitas.

Ciri-ciri:

  • Kelompok kecil, biasanya 20โ€“50 orang.
  • Ada pembagian tugas berdasarkan jenis kelamin dan kemampuan.
  • Hidup nomaden di Zaman Batu Tua dan Tengah, menetap di Zaman Batu Muda.

Contoh:
Manusia Zaman Batu Tengah hidup di tepi sungai bersama kelompoknya, membangun gubuk, memancing ikan, dan berburu burung secara bersama-sama.


3. Pembagian Tugas dalam Keluarga dan Komunitas

Manusia praaksara memiliki pembagian tugas yang jelas untuk menjaga kelangsungan hidup kelompok.

Ciri-ciri:

  • Laki-laki: berburu, menjaga keamanan kelompok, dan membuat alat berburu.
  • Perempuan: mengumpulkan makanan, menjaga anak, dan membuat peralatan dari tulang atau kayu.
  • Anak-anak: belajar dari orang dewasa dan membantu pekerjaan ringan.

Contoh:
Di Zaman Batu Muda, laki-laki membajak sawah menggunakan kapak persegi, perempuan menanam padi dan memelihara hewan ternak, sementara anak-anak membantu membersihkan ladang.


4. Sistem Gotong Royong dan Kerjasama

Kerjasama menjadi inti kehidupan komunitas praaksara. Mereka berbagi makanan, membantu anggota yang lemah, dan membangun tempat tinggal bersama.

Ciri-ciri:

  • Berbagi hasil buruan atau panen dengan seluruh anggota kelompok.
  • Membantu membangun rumah atau tempat perlindungan.
  • Melindungi anggota kelompok dari bahaya hewan liar atau ancaman lain.

Contoh:
Permukiman Neolitikum di Dieng menunjukkan manusia saling bekerja sama membangun rumah, membajak sawah, dan mengelola hewan ternak.

Baca juga: Keberagaman Lingkungan sebagai Sumber Pembelajaran IPS


Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.