Masa bercocok tanam menjadi titik balik penting dalam sejarah manusia. Aktivitas menanam tanaman dan memelihara hewan membuat manusia mulai hidup menetap, yang kemudian mendorong terbentuknya desa awal. Memahami hubungan ini membantu siswa SMP melihat bagaimana pertanian membentuk struktur sosial, budaya, dan ekonomi masyarakat awal. Bagaimana Hubungan Masa Bercocok Tanam dengan Perkembangan Desa Awal?
Mengapa Masa Bercocok Tanam Memunculkan Desa Awal
1. Kehidupan Menetap
Manusia tidak lagi berpindah-pindah karena membutuhkan lahan subur untuk bertani.
Contoh:
Permukiman di situs Bali Aga dan Sangiran dibangun dekat sawah dan sumber air.
2. Pembagian Kerja
Dengan hidup menetap, manusia mulai membagi tugas:
- Laki-laki โ membuka lahan dan membajak tanah
- Perempuan โ menanam, merawat tanaman, dan mengolah hasil panen
- Anak-anak โ membantu mengumpulkan hasil panen dan menjaga ternak
3. Peningkatan Produksi Pangan
Bercocok tanam menghasilkan pangan lebih stabil dibandingkan berburu-pengumpul, sehingga masyarakat dapat hidup lebih aman dan menetap di satu tempat.
4. Perkembangan Struktur Sosial
Desa awal menunjukkan adanya:
- Kepemimpinan lokal atau kepala desa
- Pembagian kerja terstruktur
- Peraturan adat untuk menjaga hasil pertanian dan lahan
5. Pengaruh Terhadap Budaya dan Tradisi
Hidup menetap memungkinkan munculnya:
- Seni gerabah
- Ritual panen dan kesuburan
- Tradisi lokal yang berkaitan dengan pertanian
Contoh:
Upacara panen di Bali yang berakar dari tradisi Neolitikum.
Dampak Positif Desa Awal
- Kehidupan lebih stabil dan aman
- Produksi pangan meningkat
- Masyarakat lebih terorganisir
- Budaya dan tradisi berkembang
Dampak Negatif
- Persaingan lahan mulai muncul
- Kesenjangan sosial dan kekuasaan berkembang
- Ketergantungan terhadap hasil pertanian
Pelajaran yang Bisa Dipetik oleh Siswa SMP
- Pentingnya kerja sama masyarakat
- Perencanaan dan pengelolaan sumber daya
- Hubungan antara pertanian dan perkembangan sosial
Baca juga: Keberagaman Lingkungan Alam Indonesia sebagai Karunia Tuhan
