Home ยป Sejarah ยป Hubungan Antarsuku dan Komunitas pada Masa Praaksara
Posted in

Hubungan Antarsuku dan Komunitas pada Masa Praaksara

Hubungan Antarsuku dan Komunitas pada Masa Praaksara (ft.istimewa)
Hubungan Antarsuku dan Komunitas pada Masa Praaksara (ft.istimewa)

Pada masa praaksara, manusia tidak hidup sendiri-sendiri, melainkan membentuk kelompok, suku, dan komunitas kecil. Hubungan antarsuku dan komunitas ini menjadi dasar terbentuknya kehidupan sosial manusia. Melalui kerja sama, pertukaran, dan interaksi sosial, manusia praaksara mampu bertahan hidup dan mengembangkan kebudayaannya. Bagaimana Hubungan Antarsuku dan Komunitas pada Masa Praaksara?

Bentuk Kehidupan Sosial Manusia Praaksara

Manusia praaksara hidup dalam kelompok kecil yang biasanya terdiri atas keluarga besar atau satu suku.

Ciri-ciri kehidupan sosial:

  • Hidup berkelompok
  • Saling bekerja sama
  • Dipimpin oleh kepala suku atau tokoh tertua
  • Mengutamakan kepentingan bersama

Hubungan Antarsuku pada Masa Praaksara

1. Kerja Sama Antar Kelompok

Kerja sama dilakukan untuk menghadapi tantangan alam dan memenuhi kebutuhan hidup.

Contoh:

  • Berburu bersama hewan besar
  • Membuka lahan pertanian
  • Membangun tempat tinggal
2. Pertukaran Barang (Barter)

Hubungan antarsuku juga terjalin melalui pertukaran hasil alam.

Contoh barang yang ditukar:

  • Alat batu
  • Hasil buruan
  • Hasil pertanian
  • Perhiasan sederhana
3. Perkawinan Antar Suku

Perkawinan antar kelompok dilakukan untuk:

  • Mempererat hubungan
  • Menghindari konflik
  • Memperluas jaringan sosial

Bentuk Interaksi Sosial dalam Komunitas Praaksara

1. Gotong Royong

Gotong royong sudah dikenal sejak masa praaksara.

Contoh kegiatan:

  • Membangun rumah
  • Mengolah ladang
  • Mengadakan upacara adat
2. Musyawarah

Keputusan penting diambil melalui kesepakatan bersama.

Contoh:

  • Menentukan lokasi permukiman
  • Mengatur pembagian hasil berburu
3. Aturan dan Norma Sosial

Setiap komunitas memiliki aturan tidak tertulis.

Contoh aturan:

  • Larangan mengambil milik kelompok lain
  • Kewajiban membantu sesama anggota

Konflik dan Penyelesaian Antar Suku

Konflik juga dapat terjadi akibat:

  • Perebutan wilayah
  • Sumber makanan
  • Perbedaan kebiasaan

Cara penyelesaian:

  • Perundingan
  • Peran kepala suku
  • Pembagian wilayah

Contoh Hubungan Antarsuku Praaksara di Indonesia

Di Indonesia, hubungan antarsuku terlihat dari:

  • Penyebaran kapak persegi dan lonjong
  • Kesamaan tradisi megalitikum
  • Jejak permukiman yang saling berdekatan

Hal ini menunjukkan adanya interaksi dan hubungan antar komunitas praaksara.

Baca juga: Keberagaman Lingkungan Perkotaan dan Pedesaan

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.