Sesuaikan Preferensi Izin

Kami menggunakan cookie untuk membantu Anda menavigasi secara efisien dan menjalankan fungsi tertentu. Anda akan menemukan informasi mendetail tentang semua cookie di bawah setiap kategori persetujuan di bawah.

Cookie yang dikategorikan sebagai "Diperlukan" disimpan di browser Anda karena sangat penting untuk mengaktifkan fungsionalitas dasar situs.... 

Always Active

Necessary cookies are required to enable the basic features of this site, such as providing secure log-in or adjusting your consent preferences. These cookies do not store any personally identifiable data.

No cookies to display.

Functional cookies help perform certain functionalities like sharing the content of the website on social media platforms, collecting feedback, and other third-party features.

No cookies to display.

Analytical cookies are used to understand how visitors interact with the website. These cookies help provide information on metrics such as the number of visitors, bounce rate, traffic source, etc.

No cookies to display.

Performance cookies are used to understand and analyze the key performance indexes of the website which helps in delivering a better user experience for the visitors.

No cookies to display.

Advertisement cookies are used to provide visitors with customized advertisements based on the pages you visited previously and to analyze the effectiveness of the ad campaigns.

No cookies to display.

Home » IPS Kelas 10 » Diri cermin orang lain dan Cooley
Posted in

Diri cermin orang lain dan Cooley

Diri cermin orang lain dan Cooley
Diri cermin orang lain dan Cooley (ilustrasi foto/KlikDokter)

Diri cermin orang lain dan Cooley, Seseorang hanya bisa berkembang dengan bantuan orang lain. Misalkan seorang orang tua dan keluarganya mengatakan bahwa anak gadisnya cantik.

Kalau hal ini cukup sering diulang-ulang secara konsisten, oleh orang-orang yang cukup berbeda-beda, akhirnya gadis tersebut akan merasa dan bertindak seperti seorang yang cantik. Orang-orang cantik sering tampak lebih tenang dan percaya diri daripada orang bermuka buruk, karena mereka dinilai dan diperlakukan berbeda.

Namun, seorang gadis cantik sekalipun tidak akan pernah benar-benar yakin bahwa ia cantik kalau dari awal hidupnya orang tua bersikap kecewa dan apologetis (rasa menyesal) terhadap gadis itu dan memperlakukannya sebagai anak yang tidak menarik.

“Diri” yang ditemukan melalui tanggapan orang lain dinamakan “diri cerminan orang lain” (cermin diri) oleh Cooley (1902, Horton, 1993), yang dengan hati-hati menganalisis segi penemuan diri ini. Mungkin saja ia telah mendapat inspirasi dari kata-kata dalam sandiwara Vanity Fair (Thackeray):

“Dunia adalah sebuah cermin dan memberikan kepada setiap orang bayangan dari mukanya sendiri. Kerutkan dahi di hadapannya, dan bayangan masam akan tampak di hadapan anda; tertawalah di depan bersamanya dan anda akan memperoleh sahabat yang baik dan riang”.

Tiga Langkah pembentukan cermin diri

Tiga langkah dalam proses pembentukan cermin diri: (1) persepsi kita tentang bagaimana kita memandang orang lain; (2) persepsi kita tentang penilaian mereka mengenai bagaimana kita memandang; dan (3) perasaan kita tentang penilaian.

Baca juga Pengalaman yang Unik tumbuh pada kepribadian anak

Baca juga Tanpa Pengalaman Kelompok kepribadian manusia tidak berkembang

Calvin dan Holtzman (1953) menemukan bahwa setiap individu memiliki kemampuan yang berbeda dalam merasakan secara tepat pendapat orang lain tentang mereka, dan bahwa orang yang kurang mampu menyesuaikan dirinya dengan pandangan-pandangannya juga kurang akurat.

Gambar 24a. Mengetahui kepribadian diri dengan perbandingan orang lain (ilustrasi foto/Duta islam)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.