Manusia zaman praaksara mengandalkan peralatan dari batu untuk bertahan hidup, seperti berburu, memotong, dan menggali. Proses pembuatannya menunjukkan kreativitas dan keterampilan teknis manusia purba. Bagaimana Cara Manusia Zaman Praaksara Membuat Peralatan dari Batu?
Batu dipilih berdasarkan kekerasan dan kerapatan agar dapat diolah menjadi alat yang tajam dan tahan lama.
Bahan Batu yang Digunakan
Beberapa jenis batu yang umum digunakan oleh manusia praaksara antara lain:
- Batu Andesit dan Basalt โ Keras, cocok untuk kapak genggam.
- Batu Padas dan Chalcedony โ Mudah dibentuk untuk pisau atau mata panah.
- Batu Kuarsa โ Tahan lama dan tajam, cocok untuk alat pemotong.
Tahapan Membuat Peralatan dari Batu
1. Memilih Batu
Manusia praaksara memilih batu yang keras, tidak retak, dan mudah dibentuk. Batu yang terlalu lunak mudah patah, sementara batu terlalu keras sulit dibentuk.
2. Memecah Batu (Percussion Flaking)
Batu besar dipukul dengan batu lain untuk memecah menjadi serpihan yang tajam.
Contoh: Kapak genggam dibuat dari satu batu besar yang dipecah dan diasah satu sisi.
3. Mengasah Batu (Grinding and Polishing)
Serpihan batu diasah pada batu pengasah atau pasir hingga ujungnya tajam. Teknik ini digunakan terutama pada kapak batu muda (Neolithikum).
4. Membentuk dan Menyambung
Batu yang sudah tajam kadang dipasang pada pegangan kayu atau tulang untuk membuat alat lebih praktis.
Contoh: Cara Manusia Zaman Praaksara Membuat Peralatan dari Batu. Tombak berbahan batu yang diikat dengan tali dari kulit binatang ke batang kayu.
Baca juga: Keberagaman Lingkungan dan Upaya Pelestariannya
