Home ยป Sejarah ยป Candi Penataran: Peninggalan Kerajaan Kediri yang Sarat Makna Sejarah
Posted in

Candi Penataran: Peninggalan Kerajaan Kediri yang Sarat Makna Sejarah

Candi Penataran: Peninggalan Kerajaan Kediri yang Sarat Makna Sejarah (ft.istimewa)
Candi Penataran: Peninggalan Kerajaan Kediri yang Sarat Makna Sejarah (ft.istimewa)

Candi Penataran merupakan salah satu situs purbakala terbesar dan paling penting di Jawa Timur. Terletak di Desa Penataran, Kecamatan Nglegok, Kabupaten Blitar, candi ini bukan hanya peninggalan arsitektur yang megah, tetapi juga menyimpan nilai sejarah dan keagamaan yang dalam dari masa Kerajaan Kediri dan Majapahit. Sebagai tempat pemujaan agama Hindu, Candi Penataran menjadi saksi perjalanan panjang peradaban Jawa Timur pada abad ke-12 hingga ke-15 Masehi.

Dikenal pula dengan nama Candi Palah, situs ini mencerminkan kejayaan masa klasik Hindu di Indonesia, sekaligus memperlihatkan perpaduan antara kekuasaan politik dan kepercayaan religius dalam masyarakat kerajaan masa lalu. Dalam artikel ini, kita akan menggali lebih dalam sejarah, arsitektur, fungsi, serta warisan budaya yang terkandung dalam Candi Penataran.


Sejarah Candi Penataran

Latar Belakang Pembangunan

Candi Penataran pertama kali dibangun pada masa pemerintahan Raja Srengga dari Kerajaan Kediri, sekitar tahun 1197 M. Pembangunan ini tercatat dalam prasasti Palah yang ditemukan di sekitar kompleks candi. Namun, pembangunan dan perluasan kompleks ini tidak berhenti pada masa Kediri saja. Beberapa bagian penting dari Candi Penataran juga disempurnakan pada masa Kerajaan Singhasari dan Majapahit, menjadikannya salah satu situs yang terus digunakan selama lebih dari dua abad.

Kompleks ini memiliki nilai penting karena dipercaya sebagai tempat suci pemujaan Dewa Siwa, dan juga sebagai tempat penyucian raja-raja yang ingin memperkuat kekuasaan spiritual dan politiknya. Hal ini diperkuat dengan ditemukannya berbagai relief yang menggambarkan kisah epos Ramayana dan Krishna, serta berbagai simbol keagamaan Hindu Siwaistik.


Arsitektur dan Tata Ruang

Candi Penataran terdiri dari tiga halaman utama yang terbagi berdasarkan ketinggian dan fungsi.

1. Halaman Depan (Halaman I)

Di halaman pertama terdapat bangunan kecil yang diyakini sebagai tempat pemujaan awal. Terdapat pula struktur batu dengan ornamen khas Hindu yang menandai pintu masuk menuju bagian utama kompleks.

2. Halaman Tengah (Halaman II)

Bagian ini menampung candi-candi perwara atau pendamping. Di sini ditemukan relief cerita Ramayana yang diukir di dinding candi. Fungsi halaman ini adalah sebagai tempat aktivitas keagamaan dan prosesi ritual.

3. Halaman Utama (Halaman III)

Halaman utama merupakan pusat dari kompleks Candi Penataran. Di sini terdapat bangunan candi utama (candi induk) berbentuk teras berundak. Teras ini disebut pundak-pundakan, melambangkan konsep gunung suci Mahameru dalam kepercayaan Hindu.


Nilai Historis dan Religius

Candi Penataran merupakan manifestasi hubungan erat antara kekuasaan kerajaan dan agama. Raja-raja seperti Kertanegara dari Singhasari dan Hayam Wuruk dari Majapahit diduga pernah mengunjungi atau memberikan perhatian terhadap kompleks ini sebagai bentuk legitimasi spiritual terhadap kekuasaan mereka.

Dalam tradisi Hindu Jawa, raja dipandang sebagai penjelmaan dewa (Dewaraja). Oleh karena itu, tempat-tempat suci seperti Candi Penataran menjadi sangat penting dalam menjaga aura kekuasaan serta keharmonisan spiritual masyarakat.


Relief dan Kisah Epik

Salah satu keunikan Candi Penataran terletak pada relief yang menghiasi dinding-dinding bangunannya. Relief ini bukan sekadar hiasan, tetapi mengandung cerita moral dan spiritual yang mendalam. Di antaranya:

  • Kisah Ramayana, menggambarkan perjuangan Rama dalam menyelamatkan Dewi Sinta dari Rahwana.
  • Cerita Kresnayana, kisah tentang Sri Krishna dan pertempurannya dengan raksasa.
  • Cerita Arjunawiwaha, menggambarkan kepahlawanan Arjuna.

Relief ini digunakan sebagai media pendidikan moral dan spiritual kepada masyarakat, serta memperkuat posisi raja sebagai pemimpin yang mendapat mandat ilahi.


Fungsi Sosial dan Budaya

Selain sebagai tempat ibadah, Candi Penataran juga berfungsi sebagai pusat kegiatan budaya dan sosial masyarakat. Upacara keagamaan, pertunjukan wayang, dan diskusi keagamaan sering diadakan di sekitar kompleks ini. Bahkan hingga kini, beberapa masyarakat Hindu masih mengadakan ritual di kawasan tersebut.

Sebagai situs yang bersejarah dan religius, Penataran menjadi tempat pembelajaran bagi pelajar, sejarawan, dan wisatawan yang ingin mengenal lebih jauh warisan budaya Jawa.


Candi Penataran dalam Konteks Modern

Saat ini, Candi Penataran telah ditetapkan sebagai cagar budaya nasional dan dikelola oleh Balai Pelestarian Cagar Budaya (BPCB) Jawa Timur. Pemerintah dan berbagai komunitas budaya berperan aktif dalam upaya konservasi, restorasi, dan pengembangan wisata sejarah.

Wisata edukasi dan budaya di sekitar Candi Penataran semakin berkembang. Festival budaya, seminar sejarah, dan program pelestarian kerap digelar, menjadikan candi ini bukan hanya objek wisata, tetapi juga ruang interaksi pengetahuan lintas generasi.

Baca juga: Perlawanan Rakyat Indonesia Selama 350 Tahun Penjajahan Belanda


Upaya Pelestarian

Pelestarian Candi Penataran melibatkan berbagai pihak:

  • Pemerintah pusat dan daerah melalui regulasi dan pendanaan.
  • Komunitas budaya dan akademisi dalam melakukan penelitian dan publikasi.
  • Masyarakat lokal yang berperan aktif menjaga kebersihan dan kelestarian kawasan.

Pelestarian ini sangat penting untuk menjaga warisan budaya dari kerusakan akibat waktu, cuaca, maupun aktivitas manusia yang tidak bertanggung jawab.


Potensi Edukasi dan Wisata

Sebagai salah satu situs sejarah terbesar di Jawa Timur, Candi Penataran Peninggalan Kerajaan Kediri sangat potensial untuk dikembangkan sebagai pusat wisata edukatif. Sekolah-sekolah dan universitas bisa menjadikan lokasi ini sebagai bagian dari program studi lapangan sejarah dan budaya.

Wisatawan lokal dan internasional pun dapat menikmati keindahan seni arsitektur klasik, memahami nilai-nilai spiritual yang terkandung di dalamnya, serta menikmati suasana tenang di kaki Gunung Kelud yang mempesona.


Kesimpulan

Candi Penataran bukan sekadar bangunan batu yang berdiri megah di tanah Blitar. Candi Penataran adalah penanda kejayaan Kerajaan Kediri, sekaligus saksi bisu perpaduan antara kekuasaan, kepercayaan, dan kebudayaan. Dengan relief yang penuh pesan moral, arsitektur yang megah, serta nilai sejarah yang tinggi, Candi Penataran layak mendapat perhatian sebagai salah satu peninggalan terpenting dari masa lalu Nusantara.

Pelestarian dan pengenalan Candi Penataran peninggalan Kerajaan Kediri kepada generasi muda adalah kunci agar warisan ini tetap hidup dalam ingatan kolektif bangsa Indonesia. Mari kita rawat dan lestarikan warisan ini sebagai bagian dari identitas dan kebanggaan kita bersama.


FAQ (Pertanyaan yang Sering Diajukan)

1. Apa itu Candi Penataran?
Candi Penataran adalah kompleks candi Hindu terbesar di Jawa Timur yang dibangun pada masa Kerajaan Kediri dan terus digunakan hingga masa Majapahit.

2. Di mana letak Candi Penataran?
Candi Penataran terletak di Desa Penataran, Kecamatan Nglegok, Kabupaten Blitar, Jawa Timur.

3. Apa fungsi utama Candi Penataran?
Fungsi utamanya adalah sebagai tempat ibadah dan pemujaan Dewa Siwa serta sebagai pusat spiritual kerajaan.

4. Siapa yang membangun Candi Penataran?
Candi ini pertama kali dibangun pada masa Raja Srengga dari Kerajaan Kediri sekitar tahun 1197 M.

5. Apa yang membuat Candi Penataran istimewa?
Keistimewaannya terletak pada arsitektur teras berundak, relief kisah epos Hindu, serta keberlanjutan penggunaannya selama tiga masa kerajaan besar: Kediri, Singhasari, dan Majapahit.

6. Apakah Candi Penataran masih digunakan untuk upacara keagamaan?
Ya, beberapa kelompok masyarakat Hindu masih melakukan ritual keagamaan di kompleks candi hingga saat ini.


Referensi

  1. Direktorat Jenderal Kebudayaan, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan RI โ€“ https://kebudayaan.kemdikbud.go.id
  2. Balai Pelestarian Cagar Budaya Jawa Timur โ€“ https://kebudayaan.kemdikbud.go.id/bpcbjatim
  3. Drs. R. Soekmono, Pengantar Sejarah Kebudayaan Indonesia
  4. Uka Tjandrasasmita, Arkeologi Islam Nusantara
  5. Indonesia.travel โ€“ Candi Penataran:
    https://www.indonesia.travel

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.