Peralihan dari hidup berburu dan meramu menuju pertanian dan beternak merupakan salah satu perubahan terbesar dalam sejarah manusia. Pada masa praaksara, manusia mulai belajar mengolah alam secara lebih terencana untuk memenuhi kebutuhan hidupnya. Perubahan ini dikenal sebagai revolusi bercocok tanam dan menjadi awal terbentuknya kehidupan menetap serta peradaban. Bagaimana Manusia Zaman Praaksara Memulai Pertanian dan Beternak?
Latar Belakang Munculnya Pertanian dan Beternak
Pertanian dan beternak muncul karena beberapa faktor, antara lain:
- Ketersediaan makanan dari berburu mulai berkurang
- Jumlah penduduk semakin bertambah
- Manusia mulai mengenal siklus alam
- Ditemukannya alat yang lebih baik
Awal Mula Pertanian pada Masa Praaksara
1. Masa Bercocok Tanam
Pertanian mulai berkembang pada zaman Neolitikum (Zaman Batu Muda).
Ciri-ciri:
- Hidup menetap
- Mengolah tanah
- Menghasilkan makanan sendiri
2. Jenis Tanaman yang Dibudidayakan
Manusia praaksara mulai menanam tumbuhan yang mudah tumbuh dan berguna.
Contoh tanaman:
- Padi
- Umbi-umbian
- Kacang-kacangan
- Pisang dan keladi
3. Alat Pertanian Sederhana
Alat yang digunakan masih sederhana, tetapi efektif.
Contoh:
- Kapak persegi
- Kapak lonjong
- Alat penggali dari kayu
Awal Mula Beternak pada Masa Praaksara
1. Proses Penjinakan Hewan
Beternak diawali dengan menjinakkan hewan liar yang mudah dikendalikan.
Contoh hewan ternak awal:
Bagaimana Manusia Zaman Praaksara Memulai Pertanian dan Beternak
- Anjing (untuk berburu dan penjagaan)
- Babi
- Ayam
- Kambing
2. Manfaat Beternak
Beternak memberikan banyak keuntungan, seperti:
- Sumber makanan (daging dan telur)
- Bahan pakaian (kulit)
- Membantu pekerjaan manusia
Baca juga: Hubungan Keberagaman Lingkungan dengan Kehidupan Manusia
