Masa Perundagian merupakan tahap lanjut dalam kehidupan manusia praaksara yang ditandai dengan penguasaan teknologi logam. Keberadaan masa ini dapat diketahui melalui berbagai bukti arkeologis yang ditemukan di Indonesia. Bukti tersebut tidak hanya berupa alat logam, tetapi juga fosil, permukiman, dan benda-benda budaya yang mencerminkan kehidupan sosial dan ekonomi masyarakat perundagian. Apa Bukti Arkeologis Perundagian di Indonesia: Dari Fosil hingga Alat Logam?
Pengertian Bukti Arkeologis
Bukti arkeologis adalah peninggalan fisik masa lalu yang ditemukan melalui penelitian arkeologi. Bukti ini digunakan untuk merekonstruksi kehidupan manusia pada masa praaksara, termasuk masa perundagian.
Jenis Bukti Arkeologis Masa Perundagian di Indonesia
1. Fosil dan Sisa Kerangka Manusia
Fosil dan kerangka manusia memberikan informasi tentang kondisi fisik dan pola hidup manusia perundagian.
Contoh:
Temuan kerangka manusia di situs pemakaman kuno menunjukkan manusia telah hidup menetap dan mengenal sistem penguburan.
2. Alat dan Senjata Logam
Alat logam merupakan bukti paling kuat adanya masa perundagian.
Contoh:
Kapak corong, mata tombak, pisau, dan cangkul dari perunggu atau besi.
3. Benda Ritual dan Seni Logam
Benda-benda ini menunjukkan perkembangan budaya dan kepercayaan.
Contoh:
Nekara dan moko perunggu yang digunakan dalam upacara adat.
4. Sisa Permukiman
Jejak permukiman membuktikan kehidupan menetap.
Contoh:
Pondasi rumah, sisa dapur, dan alat rumah tangga di situs arkeologi.
5. Gerabah dan Alat Pendukung
Gerabah digunakan untuk menyimpan makanan dan hasil produksi.
Contoh:
Gerabah ditemukan bersama alat logam di banyak situs perundagian.
Baca juga: Dampak Perubahan Lingkungan terhadap Keberagaman Alam
