Masa bercocok tanam menandai peralihan manusia dari kehidupan nomaden menjadi menetap. Di Nusantara, bukti arkeologis menunjukkan bahwa manusia praaksara sudah mengenal pertanian, memanfaatkan tanah subur, dan membangun permukiman sederhana. Penemuan situs, alat, dan artefak menjadi sumber informasi penting untuk memahami perkembangan pertanian di Indonesia.
Situs Arkeologis yang Menunjukkan Masa Bercocok Tanam
1. Situs Sangiran (Jawa Tengah)
- Ditemukan alat batu halus dan bekas olahan tanah.
- Menunjukkan aktivitas bercocok tanam dan pengolahan pangan.
2. Situs Ngandong (Jawa Timur)
- Menemukan alat pertanian sederhana dari batu.
- Bukti permukiman manusia yang hidup menetap.
3. Situs Bali Aga (Bali)
- Sistem irigasi sederhana dan sawah tradisional awal.
- Bukti manusia mengatur air untuk pertanian.
4. Situs Kapak Perunggu di Sumatra dan Sulawesi
- Kapak perunggu digunakan untuk membuka lahan dan menebang pohon.
- Menunjukkan penggunaan logam untuk pertanian lebih efektif.
Bukti Alat dan Teknologi Pertanian
1. Kapak Persegi dan Kapak Lonjong
Digunakan untuk menebang pohon dan membuka lahan.
2. Lesung Batu
Untuk menumbuk biji-bijian dan umbi-umbian.
3. Alat dari Tulang dan Kayu
Digunakan untuk menanam benih, mengaduk tanah, dan panen sederhana.
4. Sistem Irigasi Sederhana
Bukti berupa saluran air dari sungai ke lahan pertanian.
Dampak Penemuan Arkeologis
- Memahami pola hidup manusia praaksara
- Mengetahui jenis tanaman yang dibudidayakan
- Mengenal alat dan teknik pertanian awal
- Mengetahui struktur sosial dan pembagian kerja
Contoh Temuan
- Padi dan umbi-umbian โ menunjukkan tanaman pokok
- Keranjang anyaman โ tempat menyimpan hasil panen
- Kapak perunggu โ menunjukkan teknologi bercocok tanam lebih maju
Baca juga: Contoh Sikap Menghargai Keberagaman Lingkungan
Pages: 1 2
