Sebelum manusia mengenal tulisan dan bercocok tanam, kehidupan dijalani dengan cara berburu dan mengumpulkan makanan. Pola hidup ini merupakan ciri utama manusia zaman praaksara, khususnya pada masa Paleolitikum (Zaman Batu Tua) dan Mesolitikum (Zaman Batu Tengah). Melalui aktivitas sederhana namun penuh tantangan ini, manusia membangun fondasi awal peradaban. Bagaimana Rahasia Hidup Manusia Zaman Praaksara?
Artikel ini akan mengungkap rahasia kehidupan manusia praaksara dalam berburu dan mengumpulkan makanan, lengkap dengan contoh, FAQ, referensi, dan tag WordPress.
Pengertian Berburu dan Mengumpulkan Makanan
Berburu dan mengumpulkan makanan adalah pola hidup manusia praaksara yang bergantung sepenuhnya pada alam. Manusia memperoleh makanan dengan:
- Berburu hewan liar
- Mengumpulkan tumbuhan, buah, umbi, dan kerang
Pola hidup ini disebut juga food gathering, karena manusia belum mampu memproduksi makanan sendiri.
Ciri-Ciri Kehidupan Berburu dan Mengumpulkan Makanan
Kehidupan manusia praaksara pada masa ini memiliki ciri khas sebagai berikut:
- Nomaden (berpindah-pindah)
Manusia berpindah tempat mengikuti ketersediaan makanan. - Bergantung pada alam
Segala kebutuhan hidup diperoleh langsung dari alam. - Kelompok kecil
Hidup dalam kelompok sederhana untuk saling membantu. - Alat sederhana
Menggunakan alat dari batu, kayu, dan tulang. - Belum mengenal pertanian
Tidak menanam tanaman atau memelihara hewan.
Alat yang Digunakan Manusia Praaksara
Untuk bertahan hidup, manusia praaksara menggunakan alat-alat sederhana, antara lain:
- Kapak perimbas: untuk memotong dan menguliti hewan
- Kapak genggam: untuk berburu dan memecah tulang
- Alat serpih: untuk memotong daging dan tumbuhan
- Tombak sederhana: untuk berburu hewan besar
Alat-alat ini menunjukkan kecerdasan manusia dalam memanfaatkan lingkungan.
Jenis Makanan Manusia Zaman Praaksara
Makanan manusia praaksara berasal dari alam, seperti:
- Daging hasil buruan (rusa, babi hutan)
- Ikan dan hewan air
- Buah-buahan liar
- Umbi-umbian
- Kerang dan siput laut
Makanan dikonsumsi secara langsung atau dimasak sederhana menggunakan api.
Contoh Kehidupan Berburu dan Mengumpulkan Makanan
Beberapa contoh nyata kehidupan manusia praaksara:
- Manusia Pacitan menggunakan kapak perimbas untuk berburu hewan darat
- Manusia Toala di Sulawesi berburu dan mengumpulkan kerang di pesisir
- Manusia di Gua Sampung (Jawa Timur) mengandalkan hasil buruan dan tumbuhan liar
Temuan arkeologis ini menjadi bukti nyata pola hidup berburu dan mengumpulkan makanan.
Peran Api dalam Kehidupan Praaksara
Penemuan api menjadi rahasia penting kehidupan praaksara karena:
- Memasak makanan agar lebih mudah dicerna
- Menghangatkan tubuh
- Mengusir binatang buas
- Membantu aktivitas sosial di malam hari
Api menjadi tonggak penting perkembangan budaya manusia.
Nilai Kehidupan dari Masa Berburu
Meskipun sederhana, kehidupan berburu dan mengumpulkan makanan mengajarkan:
- Kerja sama dalam kelompok
- Kepedulian terhadap alam
- Adaptasi terhadap lingkungan
- Dasar pembagian tugas
Nilai-nilai ini masih relevan hingga saat ini.
Baca juga: Keberagaman Lingkungan Sosial dalam Kehidupan Sehari-hari
