Manusia zaman praaksara tidak hanya bertahan hidup dengan berburu dan meramu, tetapi juga memiliki kepercayaan spiritual yang kuat. Kepercayaan tersebut diwujudkan dalam berbagai upacara adat sederhana, terutama yang berkaitan dengan alam, roh nenek moyang, dan kematian. Tradisi ini menjadi cikal bakal berkembangnya sistem kepercayaan dan kebudayaan manusia modern. Bagaimana Upacara dan Kepercayaan Manusia Zaman Praaksara?
Pengertian Kepercayaan Manusia Zaman Praaksara
Kepercayaan manusia zaman praaksara adalah keyakinan terhadap kekuatan gaib yang diyakini memengaruhi kehidupan sehari-hari. Karena belum mengenal tulisan dan agama formal, kepercayaan ini berkembang dari pengalaman hidup, pengamatan alam, dan rasa takut terhadap hal-hal yang tidak dapat dijelaskan.
Jenis-Jenis Kepercayaan Manusia Zaman Praaksara
1. Animisme
Animisme adalah kepercayaan bahwa roh mendiami semua benda, baik benda hidup maupun mati.
Contoh:
- Pohon besar dianggap memiliki roh penjaga
- Gunung dipercaya sebagai tempat bersemayam roh leluhur
- Sungai diyakini memiliki kekuatan gaib
2. Dinamisme
Dinamisme adalah kepercayaan terhadap kekuatan gaib (mana) yang terdapat pada benda-benda tertentu.
Contoh:
- Batu besar dianggap membawa kekuatan pelindung
- Tombak dan kapak dipercaya memiliki kekuatan magis
- Jimat digunakan untuk perlindungan saat berburu
3. Totemisme
Totemisme adalah kepercayaan bahwa hewan atau tumbuhan tertentu memiliki hubungan khusus dengan suatu kelompok manusia.
Contoh:
- Suku tertentu menganggap buaya atau harimau sebagai leluhur
- Hewan totem tidak boleh dibunuh atau dimakan
4. Fetisisme
Fetisisme adalah kepercayaan pada benda buatan manusia yang dianggap memiliki kekuatan gaib.
Contoh:
- Kalung dari tulang hewan
- Patung kecil dari batu
- Perhiasan sebagai penolak bala
Bentuk Upacara Manusia Zaman Praaksara
1. Upacara Penguburan
Upacara ini dilakukan karena manusia praaksara percaya bahwa roh orang mati masih hidup di alam lain.
Ciri-ciri:
- Mayat dikubur bersama bekal kubur
- Posisi mayat tertentu (jongkok atau terlentang)
- Penggunaan menhir dan dolmen
Contoh:
- Kubur batu di Sumatra dan Sulawesi
- Sarkofagus di Bali
2. Upacara Pemanggilan Roh
Upacara ini dilakukan untuk meminta perlindungan atau bantuan roh nenek moyang.
Contoh kegiatan:
- Menari di sekitar api
- Membakar sesajen
- Mengucapkan mantra sederhana
3. Upacara Kesuburan
Upacara ini berkaitan dengan harapan akan hasil panen dan keberhasilan berburu.
Contoh:
- Ritual sebelum membuka ladang
- Persembahan hasil bumi kepada roh alam
Peralatan Upacara pada Zaman Praaksara
Manusia praaksara menggunakan alat sederhana dalam ritualnya, seperti:
- Menhir (tugu batu)
- Dolmen (meja batu)
- Arca sederhana
- Batu-batu besar sebagai tempat sesaji
Fungsi Upacara dan Kepercayaan Zaman Praaksara
Upacara dan kepercayaan memiliki beberapa fungsi penting, antara lain:
- Memberi rasa aman dan perlindungan
- Menjaga hubungan dengan alam
- Menghormati leluhur
- Memperkuat ikatan sosial kelompok
