Menentukan umur fosil manusia purba merupakan langkah penting dalam mempelajari sejarah kehidupan manusia. Karena manusia zaman praaksara belum mengenal tulisan, para ahli menggunakan metode ilmiah untuk mengetahui usia fosil yang ditemukan. Artikel ini membahas cara menentukan umur fosil manusia purba secara sederhana, lengkap dengan contoh agar mudah dipahami.
Mengapa Umur Fosil Perlu Ditentukan?
Menentukan umur fosil bertujuan untuk:
- Mengetahui kapan manusia purba hidup
- Memahami tahapan perkembangan manusia
- Menyusun urutan peristiwa sejarah praaksara
- Membandingkan fosil dari berbagai daerah
Metode Menentukan Umur Fosil Manusia Purba
Secara umum, cara menentukan umur fosil dibagi menjadi dua metode utama, yaitu metode relatif dan metode absolut.
1. Metode Relatif
Metode relatif adalah cara menentukan umur fosil dengan membandingkan posisi fosil terhadap lapisan tanah (stratigrafi).
a. Stratigrafi
Stratigrafi didasarkan pada prinsip bahwa lapisan tanah yang lebih dalam lebih tua dibandingkan lapisan di atasnya.
Contoh:
- Fosil Homo erectus ditemukan di lapisan tanah lebih dalam dibanding Homo sapiens
- Artinya, Homo erectus hidup lebih dahulu
b. Tipologi
Tipologi adalah metode membandingkan bentuk alat-alat yang ditemukan bersama fosil.
Contoh:
- Alat batu kasar menunjukkan usia lebih tua
- Alat batu halus menandakan usia lebih muda
c. Korelasi
Korelasi dilakukan dengan membandingkan fosil dari satu tempat dengan tempat lain yang umurnya sudah diketahui.
Contoh:
- Fosil di Sangiran dibandingkan dengan fosil di Trinil
2. Metode Absolut
Metode absolut adalah cara menentukan umur fosil dengan menghasilkan angka tahun yang lebih pasti.
a. Metode Radiokarbon (C-14)
Metode ini mengukur kadar karbon-14 dalam fosil.
Ciri:
- Digunakan untuk fosil berumur hingga ยฑ50.000 tahun
Contoh:
- Fosil manusia purba berumur 10.000 tahun
b. Metode Kalium-Argon (K-Ar)
Metode ini digunakan untuk fosil yang sangat tua.
Ciri:
- Cocok untuk fosil berumur jutaan tahun
Contoh:
- Fosil Homo erectus berusia ยฑ1 juta tahun
c. Metode Uranium Series
Metode ini digunakan untuk menentukan umur fosil tulang dan gigi.
Contoh:
- Fosil gigi manusia purba
Baca juga: Keberagaman Lingkungan di Indonesia dari Sabang sampai Merauke
