Keberadaan manusia zaman praaksara dapat diketahui melalui fosil dan berbagai bukti arkeologis yang ditemukan oleh para ahli. Tanpa adanya tulisan, peninggalan inilah yang menjadi sumber utama untuk memahami asal-usul, kehidupan, dan perkembangan manusia pada masa lampau. Artikel ini akan membahas pengertian fosil, jenis-jenisnya, serta bukti arkeologis manusia zaman praaksara secara lengkap dan mudah dipahami.
Pengertian Fosil
Fosil adalah sisa-sisa makhluk hidup dari masa lampau yang telah membatu dan tersimpan di dalam lapisan tanah selama ribuan hingga jutaan tahun.
Fosil sangat penting karena dapat memberikan informasi tentang:
- Bentuk fisik manusia purba
- Usia dan perkembangan manusia
- Lingkungan hidup pada masa praaksara
Jenis-Jenis Fosil Manusia Zaman Praaksara
1. Fosil Tulang
Fosil tulang merupakan sisa rangka tubuh manusia purba yang telah membatu.
Contoh:
- Tulang tengkorak Homo erectus
- Tulang paha manusia purba
2. Fosil Gigi
Gigi manusia purba sangat kuat sehingga sering ditemukan dalam kondisi utuh.
Contoh:
- Gigi geraham Meganthropus paleojavanicus
- Gigi Homo habilis
3. Fosil Jejak
Fosil jejak berupa bekas aktivitas manusia purba.
Contoh:
- Jejak kaki manusia purba
- Bekas alat batu di tanah purba
Penemuan Fosil Manusia Zaman Praaksara di Indonesia
1. Meganthropus paleojavanicus
- Ditemukan oleh G.H.R. von Koenigswald
- Lokasi: Sangiran, Jawa Tengah
- Ciri: Rahang besar dan tubuh kuat
2. Pithecanthropus erectus (Homo erectus)
- Ditemukan oleh Eugene Dubois
- Lokasi: Trinil, Jawa Timur
- Ciri: Berjalan tegak dan volume otak lebih besar
3. Homo sapiens Awal
- Ditemukan di Wajak dan Ngandong
- Ciri: Bentuk tubuh menyerupai manusia modern
Pengertian Bukti Arkeologis
Bukti arkeologis adalah peninggalan hasil aktivitas manusia praaksara yang ditemukan melalui penelitian arkeologi.
Jenis-Jenis Bukti Arkeologis Manusia Praaksara
1. Alat-Alat Batu
Alat batu digunakan untuk berburu dan bertahan hidup.
Contoh:
- Kapak perimbas
- Kapak genggam
- Serpih (flake)
2. Alat-Alat Tulang
Terbuat dari tulang hewan dan digunakan sebagai alat berburu.
Contoh:
- Mata tombak
- Alat penusuk
3. Bangunan Megalitikum
Bangunan batu besar untuk kegiatan kepercayaan.
Contoh:
- Menhir
- Dolmen
- Sarkofagus
- Punden berundak
4. Lukisan Dinding Gua
Lukisan gua menggambarkan kehidupan dan kepercayaan manusia praaksara.
Contoh:
- Lukisan telapak tangan di Gua Leang-Leang, Sulawesi
- Gambar hewan buruan
Fungsi Fosil dan Bukti Arkeologis
Fosil dan bukti arkeologis berfungsi untuk:
- Mengetahui perkembangan manusia
- Mempelajari pola hidup manusia praaksara
- Menentukan usia peradaban
- Menjadi sumber pembelajaran sejarah
Baca juga: Dampak Perubahan Lingkungan terhadap Keberagaman Alam
