Pada akhir zaman praaksara, manusia mulai beralih dari kehidupan nomaden berburu dan meramu menjadi kehidupan menetap dengan bercocok tanam. Perkembangan pertanian ini menjadi fondasi awal peradaban manusia dan memungkinkan munculnya pemukiman permanen. Bagaimana Perkembangan Pertanian pada Akhir Zaman Praaksara?
Ciri-Ciri Pertanian pada Zaman Praaksara
- Bercocok Tanam untuk Kebutuhan Sendiri
Manusia mulai menanam padi, jagung, kacang-kacangan, dan sayuran untuk konsumsi keluarga. - Penggunaan Alat Sederhana
Alat pertanian dibuat dari batu, kayu, dan tulang, misalnya pacul batu dan alat penggiling. - Pemukiman Tetap
Dengan adanya pertanian, manusia mulai tinggal di satu tempat sehingga terbentuk kampung atau pemukiman awal. - Pengaturan Irigasi Sederhana
Manusia praaksara mulai memanfaatkan sungai dan saluran kecil untuk mengairi sawah dan kebun.
Contoh Perkembangan Pertanian
| Aktivitas | Alat | Fungsi |
| Membajak tanah | Pacul batu | Menggali tanah untuk menanam padi |
| Menumbuk biji-bijian | Lesung dan alu | Mengolah biji-bijian menjadi bahan makanan |
| Menyiram tanaman | Saluran air sederhana | Mengairi tanaman agar subur |
| Memanen | Pisau batu | Memotong tanaman yang siap panen |
Dampak Perkembangan Pertanian
Perkembangan Pertanian pada Akhir Zaman Praaksara
- Meningkatnya Ketersediaan Makanan โ Menjamin kehidupan kelompok tetap stabil.
- Munculnya Pemukiman Permanen โ Tempat tinggal tetap mendorong interaksi sosial lebih kompleks.
- Awal Kehidupan Sosial dan Budaya โ Pertanian mendorong pembagian tugas, perdagangan sederhana, dan ritual terkait panen.
Baca juga: Manfaat Keberagaman Lingkungan Alam bagi Manusia
Pages: 1 2
