Manusia zaman praaksara adalah manusia yang hidup sebelum adanya sistem penulisan atau catatan tertulis. Zaman praaksara dikenal juga sebagai masa prasejarah, yang mencakup berbagai tahapan kehidupan manusia dari masa berburu dan mengumpulkan makanan hingga masa bercocok tanam dan menetap.
Pada masa ini, manusia hidup dengan mengandalkan alam sekitar untuk memenuhi kebutuhan hidupnya. Karena belum ada tulisan, informasi mengenai kehidupan mereka diperoleh dari benda purbakala, fosil, artefak, dan situs arkeologi.
Ciri-Ciri Manusia Zaman Praaksara
Manusia praaksara memiliki beberapa ciri khas, baik dari segi fisik maupun perilaku sosial, antara lain:
1. Belum Mengenal Tulisan
Manusia praaksara tidak mengenal tulisan. Komunikasi dilakukan melalui bahasa lisan, simbol, atau gambar pada dinding gua yang dikenal dengan lukisan gua.
Contoh: Lukisan gua di Leang-Leang, Sulawesi dan Gua Altamira, Spanyol yang menggambarkan binatang buruan.
2. Mengandalkan Alam untuk Bertahan Hidup
Mereka hidup dari berburu hewan dan mengumpulkan tumbuhan liar. Pada tahap berikutnya, manusia mulai bercocok tanam dan memelihara hewan.
Contoh: Suku hunter-gatherer modern di Afrika yang masih mempertahankan cara hidup berburu dan meramu.
3. Hidup Nomaden
Manusia praaksara berpindah-pindah untuk mencari sumber makanan. Kehidupan nomaden ini berlangsung hingga mereka mengenal bercocok tanam.
4. Menggunakan Peralatan Sederhana
Peralatan dibuat dari batu, tulang, dan kayu, yang berfungsi untuk berburu, memotong, dan memasak.
Contoh: Kapak genggam (hand axe) yang ditemukan di situs Sangiran, Jawa Tengah.
5. Kehidupan Sosial Sederhana
Mereka hidup dalam kelompok kecil atau suku, saling bekerja sama dalam berburu dan menjaga keamanan kelompok.
6. Menghasilkan Seni dan Kepercayaan
Manusia praaksara membuat seni lukis, ukir, dan patung sederhana sebagai bentuk ekspresi dan ritual keagamaan.
Contoh: Patung Venus dari Willendorf, Austria yang melambangkan kesuburan.
Baca juga: Berkenalan dengan Lingkungan Sosial dalam Kehidupan Sehari-hari
