Kerajaan Pajajaran adalah salah satu kerajaan besar yang pernah berdiri di Nusantara, tepatnya di wilayah barat Pulau Jawa, dan menjadi pusat kebudayaan Sunda. Berdiri pada abad ke-14 dan mencapai masa kejayaannya pada masa pemerintahan Prabu Siliwangi, Kerajaan Pajajaran memiliki banyak peninggalan sejarah yang menjadi jejak kejayaannya di masa lalu.
Meski telah runtuh pada akhir abad ke-16, warisan Kerajaan Pajajaran masih dapat kita temukan hingga hari ini dalam bentuk artefak, situs arkeologi, peninggalan budaya, hingga tradisi yang terus dilestarikan oleh masyarakat Sunda. Artikel ini akan membahas berbagai peninggalan sejarah Kerajaan Pajajaran yang masih bisa ditemukan di masa kini, sekaligus menjadi saksi bisu kejayaan kerajaan tersebut.
1. Prasasti Batutulis
Salah satu peninggalan paling terkenal dari Kerajaan Pajajaran adalah Prasasti Batutulis. Prasasti ini terletak di Kelurahan Batutulis, Kecamatan Bogor Selatan, Kota Bogor, dan menjadi simbol kekuasaan Raja Pajajaran yang paling masyhur, yaitu Sri Baduga Maharaja atau lebih dikenal sebagai Prabu Siliwangi.
Prasasti ini terbuat dari batu andesit dengan tinggi sekitar 151 cm dan lebar 145 cm. Di atas permukaan batu tertulis huruf dan bahasa Sunda Kuno yang menyebutkan kebesaran dan pemerintahan Prabu Siliwangi. Prasasti ini juga berfungsi sebagai monumen peringatan atas keberhasilan sang raja dalam membangun ibu kota Pakuan dan menata pemerintahan secara bijaksana.
Hingga kini, prasasti ini dilestarikan sebagai situs cagar budaya dan menjadi objek wisata sejarah penting di Kota Bogor.
2. Situs Pakuan Pajajaran
Pakuan adalah ibu kota Kerajaan Pajajaran yang kini berada di wilayah Kota Bogor. Meski sebagian besar sudah tertutup oleh pemukiman modern, sisa-sisa keberadaannya masih dapat dilacak melalui penelitian arkeologi dan toponimi daerah.
Beberapa situs penting yang diyakini bagian dari Pakuan antara lain:
- Situs Batu Jelangkung
- Situs Taman Sri Baduga
- Situs Kampung Empang
Penemuan struktur bangunan kuno, saluran air, serta artefak-artefak seperti keramik dan logam membuktikan bahwa daerah ini pernah menjadi pusat pemerintahan yang maju.
3. Prasasti Ciaruteun
Prasasti Ciaruteun adalah peninggalan yang berkaitan dengan masa awal berdirinya Kerajaan Sunda, sebelum berkembang menjadi Pajajaran. Prasasti ini ditemukan di tepi Sungai Ciaruteun, Kabupaten Bogor.
Meskipun berasal dari masa Tarumanagara, prasasti ini menunjukkan kesinambungan budaya dan pemerintahan yang kemudian diteruskan oleh Kerajaan Pajajaran. Prasasti ini ditulis dalam aksara Pallawa dan berbahasa Sanskerta, serta menyebutkan nama Raja Purnawarman, leluhur para raja Sunda.
4. Prasasti Kebon Kopi II
Prasasti Kebon Kopi II ditemukan di Cibungbulang, Bogor. Prasasti ini penting karena menyebutkan istilah “Raja Sunda”, yang menandai eksistensi kerajaan di wilayah ini. Prasasti ini menjadi bukti kuat bahwa pada masa itu telah terbentuk pemerintahan yang mapan dengan sistem sosial yang tersusun.
5. Tradisi Sunda Wiwitan
Selain peninggalan fisik, warisan Kerajaan Pajajaran juga dapat ditemukan dalam bentuk tradisi dan kepercayaan lokal, salah satunya adalah Sunda Wiwitan. Kepercayaan ini diyakini merupakan sisa dari sistem kepercayaan masyarakat Pajajaran sebelum masuknya pengaruh Islam.
Sunda Wiwitan masih dianut oleh sebagian masyarakat di Cigugur, Kuningan, dan Kanekes (Baduy). Ajarannya mengajarkan keseimbangan antara manusia, alam, dan Sang Pencipta, serta menjalani hidup dalam kesederhanaan dan ketulusan.
6. Seni Budaya: Wayang Golek dan Angklung
Warisan budaya Kerajaan Pajajaran tidak hanya terbatas pada situs arkeologi, tetapi juga terlihat dalam seni pertunjukan dan musik tradisional Sunda. Wayang golek, boneka kayu yang dimainkan dalam pertunjukan wayang, merupakan salah satu bentuk hiburan yang sudah ada sejak zaman Pajajaran.
Begitu juga dengan alat musik angklung, yang terbuat dari bambu dan dimainkan secara kelompok. Meskipun berkembang lebih lanjut di era modern, akar seni angklung berasal dari masyarakat Sunda kuno yang menjadi bagian dari budaya Pajajaran.
7. Bahasa dan Sastra Sunda
Salah satu peninggalan paling nyata dari Kerajaan Pajajaran adalah bahasa Sunda itu sendiri. Sebagai bahasa yang digunakan oleh kerajaan dalam sistem administrasi dan kehidupan sehari-hari, bahasa Sunda diwariskan secara turun-temurun dan masih digunakan oleh jutaan orang hingga saat ini.
Sastra Sunda Kuno juga menjadi bagian penting dari warisan intelektual kerajaan ini, dengan karya-karya seperti:
- Carita Parahyangan
- Bujangga Manik
- Amanat Galunggung
Teks-teks ini mencerminkan nilai-nilai moral, kebudayaan, dan pandangan dunia masyarakat Sunda pada masa itu.
Baca juga: Dampak Sistem Tanam Paksa (Cultuurstelsel) terhadap Pertanian Indonesia
8. Kisah dan Legenda Prabu Siliwangi
Meskipun bersifat mitologis, kisah Prabu Siliwangi sebagai raja besar Pajajaran tetap menjadi bagian tak terpisahkan dari budaya Sunda. Legenda ini mengandung banyak nilai pendidikan, seperti kebijaksanaan, keadilan, dan kepemimpinan yang arif.
Cerita Prabu Siliwangi banyak diceritakan dalam pertunjukan seni tradisional dan pendidikan budaya lokal di sekolah-sekolah di Jawa Barat.
9. Situs Makam dan Tempat Ziarah
Beberapa situs makam kuno yang diyakini sebagai tempat peristirahatan para tokoh penting dari masa Pajajaran masih dilestarikan, antara lain:
- Makam Prabu Siliwangi (meski bersifat simbolis) di berbagai tempat seperti Gunung Salak dan Gunung Halimun.
- Makam Eyang Dalem Kaung di kawasan Sukabumi.
- Makam keramat di Kuningan dan Garut.
Situs-situs ini menjadi tempat ziarah spiritual dan refleksi budaya bagi masyarakat Sunda.
10. Toponimi dan Nama Tempat
Peninggalan Sejarah Kerajaan Pajajaran, banyak nama daerah di Jawa Barat yang masih menyimpan jejak Pajajaran. Nama-nama seperti Cihideung, Cipaku, Cikapundung, dan Cibadak berasal dari bahasa Sunda lama yang digunakan sejak zaman kerajaan.
Toponimi ini menjadi bukti kontinuitas sejarah dan warisan identitas budaya masyarakat di wilayah bekas kekuasaan Kerajaan Pajajaran.
FAQ (Pertanyaan yang Sering Diajukan)
1. Apa peninggalan paling terkenal dari Kerajaan Pajajaran?
Peninggalan paling terkenal adalah Prasasti Batutulis yang terletak di Kota Bogor. Prasasti ini menjadi simbol pemerintahan Prabu Siliwangi.
2. Apakah situs Pakuan Pajajaran masih bisa dikunjungi?
Beberapa situs peninggalan di sekitar Kota Bogor yang diyakini bagian dari Pakuan masih bisa dikunjungi, meskipun banyak di antaranya telah tertutup pembangunan modern.
3. Apakah ada peninggalan budaya non-fisik dari Kerajaan Pajajaran?
Ya. Bahasa Sunda, tradisi Sunda Wiwitan, seni wayang golek, dan alat musik angklung adalah contoh peninggalan budaya non-fisik dari Kerajaan Pajajaran.
4. Siapa tokoh penting dalam Kerajaan Pajajaran?
Tokoh paling dikenal adalah Prabu Siliwangi, raja besar yang dikenal bijaksana dan dihormati dalam legenda rakyat Sunda.
5. Apakah Kerajaan Pajajaran masih berpengaruh sampai sekarang?
Secara politik tidak, tetapi secara budaya, nilai-nilai, bahasa, dan warisan tradisinya masih kuat di masyarakat Sunda hingga kini.
Referensi
- Ekajati, Edi S. (1995). Kebudayaan Sunda. Bandung: Pustaka Jaya.
- Ayatrohaedi. (1986). Kepribadian Budaya Bangsa (Local Genius). Jakarta: Pustaka Jaya.
- Pemerintah Kota Bogor – Dinas Kebudayaan dan Pariwisata: https://disparbud.bogorkota.go.id
- Situs Cagar Budaya Kemdikbud: https://cagarbudaya.kemdikbud.go.id
- Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN): https://brin.go.id