Sejarah

Langkah-langkah penelitian sejarah Indonesia

Langkah-langkah penelitian sejarah Indonesia, Mengapa dalam sejarah ada penelitian? Apakah tujuan dilakukannya penelitian? Bagaimanakah langkah-langkah yang harus dilakukan dalam penelitian sejarah? Dalam sejarah ada penelitian karena sejarah merupakan suatu ilmu. Apakah yang disebut dengan ilmu? Apa ciri-ciri dari ilmu?

Kata ilmu berasal dari bahasa Arab, yaitu ‘alama yang berarti pengetahuan. Istilah tersebut kemudian disamakan dengan science dalam bahasa Inggris. Science berasal dari bahasa Latin, yaitu scio atau scire yang juga berarti pengetahuan.

Apabila pengetahuan itu tersusun secara sistematis dari suatu subjek yang pasti, maka disebut dengan ilmu pengetahuan. Jadi, tidak setiap pengetahuan adalah ilmu, sedangkan setiap ilmu pengetahuan mengandung unsur pengetahuan. Ilmu pengetahuan memiliki ciri-ciri tertentu, yaitu:

  1. merupakan seperangkat pengetahuan yang sistematis;
  2. memiliki metode yang efektif;
  3. memiliki objek;
  4. memiliki rumusan kebenaran-kebenaran umum;
  5. bersifat objektif;
  6. dapat memberikan perkiraan atau prediksi.

Sebuah pengetahuan dapat disusun secara sistematis dengan menggunakan metode yang dimilikinya. Secara sederhana, metode dapat diartikan sebagai langkah-langkah yang harus ditempuh untuk menjelaskan objek yang dikajinya.

Setiap ilmu pengetahuan memiliki objeknya masing-masing, seperti sejarah objeknya adalah manusia sehingga sejarah dimasukkan ke dalam kelompok ilmu sosial. Hasil dari penjelasan terhadap objek yang ditelitinya, akan melahirkan rumusan-rumusan kebenaran atau sering disebut dengan teori.

Rumusah Kebenaran Dalam Sejarah

Rumusan kebenaran dalam sejarah bersifat unik tidak umum atau universal. Unik dalam pengertian ini yaitu kebenaran sejarah hanya berlaku pada situasi atau tempat tertentu saja, belum tentu berlaku pada situasi dan tempat yang lainnya.

Contohnya, penjelasan tentang penyebab-penyebab terjadinya pemberontakan. Ada beberapa penyebab timbulnya pemberontakan.

Baca juga Pentingnya penulisan sejarah yang indonesiasentris

Misalnya, orang berontak karena lapar atau miskin, ada yang karena hak-hak dirinya yang sudah mapan terganggu, ada yang karena rasa frustasi dan tertekan, ada yang karena harga dirinya terasa terinjak-injak, ada yang karena memimpikan hadirnya seorang ratu adil yang akan menciptakan kemakmuran, dan faktor-faktor lainnya.

Dalam sejarah Indonesia banyak sekali terjadi pemberontakan-pemberontakan, yang masing-masing penyebabnya berbeda-beda. Misalkan berdirinya Negara Pasundan 1947 yang diproklamirkan oleh Surya Kartalegawa.

Baca juga Kesadaran tentang pentingnya penulisan sejarah

Sikap Kartalegawa ini dianggap sebagai pemberontakan, sebab dia menentang negara yang sah yaitu Republik Indonesia. Menurut sumber, faktor penyebab tindakan Kartalegawa tersebut ialah karena Kartalegawa sebagai orang Sunda dan mantan pegawai pemerintah (Bupati) merasa berhak untuk menjadi Gubernur di Jawa Barat.

Sementara itu sejak awal kemerdekaan, Presiden Soekarno mengangkat Gubernur Jawa Barat bukan berasal dari orang Sunda.

Gambar. Arkeolog melakukan penelitian pada reruntuhan candi (Ilustrasi foto/istimewa)

Leave a Reply

Your email address will not be published.

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Back to top button