Fungsi Sumber Belajar dalam proses pembelajaran

Fungsi Sumber Belajar dalam proses pembelajaran, pada hakikatnya tidak ada sumber belajar pun yang dapat memenuhi segala macam keperluan belajar mengajar. Dengan demikian berbicara sumber belajar perlu dipandang dalam arti luas, jamak, dan beraneka ragam. Momentum pemilihan suatu sumber belajar perlu dikaitkan dengan tujuan yang ingin dicapai dalam proses pembelajaran (Mulyasa, 2003 : 49).

Sumber belajar memberikan kesempatan proses berasosiasi terhadap anak untuk mendapat berbagai alat, buku, narasumber, atau tempat. Penggunaan sumber belajar disesuaikan dengan tingkat kebutuhan anak misalnya ada seorang anak yang hanya mengehendaki bahan dari sumber belajar yang sama hal ini dikarenakan adanya kebutuhan anak akan pengulangan-pengulangan untuk menguasai kemampuan maupun keterampilan tertentu.

Pengulangan inipun dapat menjadi suatu kebiasaan yang dibutuhkan anak dalam kehidupan dan pendidikan selanjutnya. Dengan demikian diharapkan dapat tercipta kemampuan mendidik anak dengan cara-cara yang menyenangkan sehingga dapat memiliki dampak positif dalam diri anak yaitu selalu meningkatkan keinginan untuk belajar.

Fungsi Sumber Belajar menigkatkan perkembangan anak dalam berbahasa melalui komunikasi dengan mereka trentang hal-hal yang berhubungan dengan sumber belajar atau hal lain. Sedapat mungkin anak dilatih untuk bercerita tentang kejadian yang ia lihat, dengar, atau hal-hal lain yang ia rasakan (Anggani Sudono, 2004 : 8).

Baca juga Perencanaan dan Penggunaan Media Pembelajaran untuk AUD

Keanekaragaman Sumber belajar

Dalam keanekaragaman sumber belajar secara umum dapat dirumuskan kegunaannya sebagai berikut :

  1. Merupakan pembuka jalan dan pengembangan wawasan terhadap proses belajar mengajar yang akan ditempuh. Disini sumber belajar merupakan peta dasar yang perlu dijajaki secara umum agar wawasan terhadap proese pembelajaran yang dikembangkan dapat diperoleh lebih awal.
  2. Merupakan pemandu secara teknis dan langkah-langkah operasional untuk menulusuri secara lebih teliti menuju kepada penguasaan keilmuan secara tuntas.
  3. Memberikan berbagai macam ilustrasi dan contoh-contoh yang berkaitan dengan aspek-aspek bidang keilmuan yang dipelajari.
  4. Memberikan petunjuk dan gambaran kaitan bidang keilmuan yang sedang dipelajari dengan berbagai bidang keilmuan lain.
  5. Menginformasikan sejumlah penemuan baru yang pernah diperoleh orang lain yang berhubungan dengan bidang keilmuan tertentu.
  6. Menunjukkan berbagai permasalahan yang timbul dan merupakan konsekuensi logis dalam suatu bidang keilmuan yang menuntut adanya kemampuan pemecahan dari orang yang mengabdikan dirinya dalam bidang tersebut.
Gambar 44a. Kanekaramanan sumber belajar perlu bimbingan dari Orang tua (ilustrasi foto/Siedoo)
DAFTAR  PUSTAKA
  • Sudono, Anggani. 2004. Sumber Belajar dan Alat Permainan untuk Pendidikan Usia Dini. Jakarta : Grasindo.
  • Bean, Reynold. 1995. Cara Mengembangkan Kreativitas Anak (terjemahan Med. Meitasari Tjandrasa). Jakarta : Binarupa Aksara
  • Sadiman, A.S. 1986. Media pendidikan: pengeratian, pengembangan, dan pemanfaatannya. Jakarta: Cv. Rajawali.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.